Polda Jatim Selidiki Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Sungaipenuh

Azhari Sultan, Okezone ยท Kamis, 18 April 2019 - 18:52 WIB
Polda Jatim Selidiki Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Sungaipenuh

Pengawalan polisi bersenjata lengkap di TKP pembakaran 15 TPS. (Foto: Okezone).

JAMBI, iNews.id - Polda Jambi turun langsung menyelidiki dugaan kasus pembakaran kotak suara di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh. Ada 15 kotak suara dari tiga TPS yang dibakar oleh massa.

Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan para pelaku pembakaran. Untuk menanggani kasus tersebut timnya sedang berada di lokasi kejadian.

"Sekarang tim Bawaslu, KPU bersama Dirreskrimum sedang melakukan klarifikasi tentang kejadian itu," kata Muchlis kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).

Menurut dia, petugas sudah mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran ini. Namun polisi masih mendalami, apakah ada keterkaitan dengan panitia atau timses caleg atau parpol.

Sebelumnya, massa yang diduga timses salah satu caleg mengeroyok seorang panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Pesisir Bukit. Selain penganiayaan itu, massa juga membakar tiga buah kotak suara.

BACA JUGA: Timses Caleg di Sungaipenuh Jambi Aniaya Panwas dan Bakar Kotak Suara

Aksi penganiayaan ini terjadi di TPS 2, Desa Kota Bento, Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Aksi ini berawal saat anwascam dan anggota linmas melaksanakan kegiatan penyelesaian administrasi di TPS.

Kemudian pada pukul 04.00 WIB tiba-tiba listrik padam, dan terjadi lemparan batu ke atap TPS yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal.

Selanjutnya, pada pukul 04.15 WIB tiba-tiba sekelompok massa mendatangi TPS 1, 2, dan 3 yang berlokasi di SDN 063/XI Koto Padang, langsung membakar 15 kotak suara yang berisi kertas suara di TPS tersebut.

Pada saat terjadi pembakaran oleh sekelompok massa, anggota KPPS berlari meninggalkan TPS untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal