Polisi Buru 15 Napi yang Kabur Usai Kerusuhan dan Kebakaran di Rutan Siak Riau

Antara ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 11:23 WIB
Polisi Buru 15 Napi yang Kabur Usai Kerusuhan dan Kebakaran di Rutan Siak Riau

Polisi dibantu warga menangkap kembali tiga narapidana yang kabur ketika terjadi kerusuhan di Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (11/5/2019). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj)

SIAK, iNews.id – Polres Siak masih memburu 15 narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Siak Sri Inderapura yang kabur usai insiden kerusuhan dan kebakaran pada Sabtu (11/5/2019) dini hari. Sementara yang lainnya sudah diamankan kembali oleh petugas gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat.

"Tahanan yang melarikan diri dan belum ditemukan sebanyak 15 orang. Anggota di lapangan terus melakukan pencarian dibantu masyarakat," ujar Wakapolres Siak Kompol Abdullah Hariri, Sabtu (11/4/2019).

Dia menyebutkan, total jumlah warga binaan Rutan Siak mencapai 648 orang. Nyaris seluruhnya telah dipindahkan karena bangunan rutan hampir semuanya hangus terbakar dan tak dapat dipergunakan kembali.


BACA JUGA:

Pascakerusuhan, Ratusan Napi Rutan Siak Dipindah ke Pekanbaru dan Bangkinang

Pembakaran Rutan di Siak Riau, Diduga Berawal dari Kekerasan Sipir


Total saat ini yang sudah dievakuasi ke Lapas dan rutan lain sebanyak 615 orang. Rinciannya, ke Rutan Bangkinang 81 orang, Rutan Anak Pekanbaru 12 napi, Lapas Klas II A Pekanbaru 26 orang warga binaan, Rutan Gobah Pekanbaru 181 orang dan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru 265 napi. Selanjutnya di Rutan Bengkalis 45 warga binaan dan Rutan Dumai lima orang.

"Semuanya dibawa pakai bus dan truk. Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah dan perusahaan untuk dibantu pemindahan dengan menggunakan 15 bus umum. Lainnya pakai mobil tahanan polisi dan kejaksaan," katanya.

Sementara tahanan yang belum dievakuasi sebanyak 33 orang dengan dua sedang dirawat di RSUD Siak. Ada satu orang di Rutan Polsek Siak, dan tujuh orang diperiksa Satreksrim Polres Siak terkait kerusuhan.


Editor : Donald Karouw