Polisi Tangkap IRT Pelaku Penipuan Bermodus Arisan di Kobar Kalteng

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Jumat, 12 Juli 2019 - 12:55 WIB
Polisi Tangkap IRT Pelaku Penipuan Bermodus Arisan di Kobar Kalteng

Para korban penipuan arisan bodong melapor ke polisi. (Foto: Dok iNews).

PANGKALAN BUN, iNews.id - Polisi mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga melakukan aksi penipuan di Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Modusnya dengan menggelar arisan fiktif.

Pelaku, SU (37), ditangkap petugas Polres Kobar dan Polsek Pangkalan Banteng di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Dia berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah dari hasil penipuan tersebut.

"Penangkapan SU bermula atas laporan para korban pada Selasa (2/7/2019) lalu," kata Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Waris Waluyo, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/7/2019).

BACA JUGA: Penipuan Bermodus Arisan, Ibu-Ibu Lapor Polisi Rugi Miliaran Rupiah

Para pelapor yakni, Daryanto (33), Yuni Rustikasari (26), Supiyah (50), Nurul (42), Tarmuji (45) dan Siti Widarti (56). Mereka merupakan tetangga pelaku yang ikut dalam arisan fiktif tersebut.

Keenam korban melaporkan kejadian tersebut karena uang arisan yang dijanjikan pelaku tidak kunjung diberikan. Kemudian tiba-tiba saja, pelaku tidak bisa dihubungi.

"Setelah penyelidikan, petugas akhirnya menemukan keberadaan pelaku di rumah orang tuanya di Semarang," ujar dia.

BACA JUGA: Terlibat Penipuan soal Utang Piutang, Oknum Istri Polisi Diamankan

Pelaku SU diamankan pada Selasa (9/7/2019) di Dusun Begajan, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Polisi membawanya tanpa ada perlawanan untuk kembali ke Kabupaten Kobar.

Berdasarkan keterangan pelaku, uang yang didapat dari menipu korban-korbannya sudah dipergunakan sebagian untuk keperluan sehari-hari dan ongkos berangkat ke Pulau Jawa serta membeli mobil.

"Kerugian korban seluruhnya ditaksir mencapai ratusan juta, dan bisa buat beli mobil Honda HR-V baru," katanya.

Pelaku dikenakan pasal 378 KUH Pidana dan atau 372 KUH Pidana dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal