Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan di Bangka, Motif Asmara Rebutan Janda

Antara ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 15:36 WIB
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan di Bangka, Motif Asmara Rebutan Janda

Polres Bangka dan Polsek Pemali saat jumpa pers penangkapan tersangka pembunuhan. (Foto: Antara)

BANGKA, iNews.id – Duel maut yang menewaskan Andre Zulkarhakim (41) berujung ke ranah hukum. Petugas gabungan Polsek Pemali dan Polres Bangka menangkap pelaku pembunuhan yakni Anto Iwan (35), enam jam usai kejadian.

Informasi yang diperoleh, pelaku ditangkap dalam pelariannya di Desa Mayang, Simpang Tritip, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (12/5/2019) pukul 04.00 WIB. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres untuk kepentingan penyelidikan.

Kabag Ops Polres Bangka Kompol S Sophian mengatakan, kronologi kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat adanya duel antara dua pria yang menyebabkan seorang di antaranya tewas di lokasi kejadian, Desa Sempan, Kecamatan Pemali.

"Dalam laporan masyarakat, ditemukan seseorang mengalami luka-luka di pinggir jalan di depan Masjid Albina desa setempat. Anggota yang tiba di lokasi mendapati korban sudah meninggal dengan luka-luka di leher akibat benda tajam," ucap Sophian didampingi Kapolsek Pemali Iptu Meidy Aryanto saat jumpa pers, Minggu (12/5/2019).

BACA JUGA: Duel Maut Gara-Gara Janda, Seorang Pemuda di Bangka Tewas 5 Tikaman

Anggota selanjutnya melakukan penyelidikan dan mendapat informasi pelaku tinggal di Dusun Sunghin, Desa Air Dayung, Kecamatan Merawang. Dia merupakan warga pendatang asal Kota Kading, Kecamatan Tebingtinggi, Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan bekerja sebagai buruh harian.

Sophian menjelaskan, pembunuhan tersebut bermotif cemburu. Pelaku dan korban awalnya bertamu ke rumah saksi seorang janda berinisial ZR di Desa Sempan. Korban merupakan pacar dari saksi ZR dan bahkan telah mengutarakan rencana untuk menikah. Sementara pelaku merupakan mantan pacarnya.

Dalam pertemuan itu, sempat terjadi komunikasi antara ketiganya. Kemudian pelaku meminta izin untuk pulang lebih dahulu dari rumah saksi. Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, tepatnya di depan Masjid Albina, pelaku dan korban terlibat perkelahian dengan tangan kosong.

"Karena pelaku merasa terdesak, akhirnya menggeluarkan senjata tajam yang mengakibatkan sejumlah luka pada tubuh korban," katanya.

Kapolsek Pemali Iptu Meidy Aryanto mengatakan bahwa Anto Iwan sempat berusaha melarikan diri ketika akan dilakukan penangkapan. Polisi pun bertindak tegas dengan melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki.

"Pelaku terpaksa anggota kami tembak di kaki karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap," tuturnya.


Editor : Donald Karouw