Presiden Ingatkan Pentingnya Rumah Tahan Gempa kepada Warga Lombok NTB

Antara ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 14:00 WIB
Presiden Ingatkan Pentingnya Rumah Tahan Gempa kepada Warga Lombok NTB

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Gedung Hakka, Dasan Tereng, Narmada, Lombok Barat, NTB, Jumat (22/3/2019). Kunjungan kerja presiden ke Lombok salah satunya meninjau percepatan rehabilitasi dampak gempa bumi. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

LOMBOK, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan pentingnya membangun rumah tahan gempa kepada masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan rumah seperti ini untuk meminimalisasi dampak bencana terhadap warga.

Hal ini disampaikan Presiden saat meninjau proses percepatan pencairan dana bantuan bagi korban gempa bumi di Lombok. Presiden tiba di Gedung Hakka, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (22/3/2019) pagi.

“Saya senang masyarakat sekarang di sini sudah antusias untuk memakai rumah tahan gempa,” kata Presiden saat bertatap muka dengan ribuan warga terdampak gempa bumi.

BACA JUGA:

Presiden Jokowi Tinjau Progres Rehabilitasi Dampak Gempa Bumi di NTB

Gempa Beruntun di Lombok Rusak 525 Unit Rumah, 3 Tewas dan 156 Terluka

Presiden mengingatkan, masyarakat harus menyadari bahwa selain kesuburan dan keindahan alam, Lombok juga berada di kawasan rawan gempa bumi. Dengan membangun rumah tahan gempa bumi, diharapkan masyarakat dapat meminimalisasi dampak bencana.

“Kita harus sadar itu sehingga pembangunan rumah yang tahan gempa ini memang kita haruskan. Dan kita tahu, ada rumah yang sudah dibangun kemarin yang tahan gempa waktu ada gempa tanggal 17 Maret lalu, yang rumah tahan gempa tidak ambruk, yang rumah tidak tahan gempa ya ambruk lagi,” kata Presiden.

Presiden dalam kesempatan itu mendapat penjelasan mengenai keadaan terkini dampak gempa bumi di Lombok. Selanjutnya Presiden menjelaskan, masyarakat harus melalui sejumlah persyaratan untuk menerima bantuan dari pemerintah. Kepala daerah juga tetap harus melalui prosedur untuk mencairkan dana bantuan sesuai peraturan.

“Tapi menurut saya sudah cepat,” kata Presiden.

Bencana gempa bumi magnitudo 7 terjadi di Kabupaten Lombok Utara pada 5 Agustus 2018. Akibatnya, ribuan rumah rusak dan korban jiwa serta luka.

Setelah itu, dua gempa bumi berkekuatan 5,8 SR dan 5,2 SR yang terjadi pada Minggu (17/3/2019), menyebabkan 3 korban jiwa, 36 korban luka-luka. Gempa yang berpusat di Kabupaten Lombok Timur itu juga menyebabkan 9.891 rumah rusak.


Editor : Maria Christina