Profil AA Maramis, Putra Minahasa yang Dianugerahi Pahlawan Nasional ke-9 asal Sulut

Ilma De Sabrini ยท Jumat, 08 November 2019 - 19:16 WIB
Profil AA Maramis, Putra Minahasa yang Dianugerahi Pahlawan Nasional ke-9 asal Sulut

Pahlawan Nasional Alexander Andries (AA) Maramis. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Satu lagi gelar Pahlawan Nasional disematkan kepada putra terbaik Sulawesi Utara (Sulut). Penghargaan tertinggi itu diberikan kepada Alexander Andries (AA) Maramis, putra daerah asal Minahasa yang menjadi Pahlawan Nasional ke-9 asal Sulut.

AA Maramis merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dan keponakan Pahlawan Nasional asal Sulut lainnya Maria Walanda Maramis. Beliau lahir di Manado, 20 Juni 1897 dan tutup usia pada umur 80 tahun di RSPAD Jakarta, 1 Juli 1977.

Maramis pernah menjabat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Dalam badan ini, Maramis termasuk dalam Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta.

BACA JUGA: Enam Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Sebelumnya, nama AA Maramis merupakan satu-satunya Panitia Sembilan yang belum dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional hingga akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI No 120/TK/tahun 2019 tanggal 7 November 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

AA Maramis juga pernah menjadi Menteri Keuangan periode 1945-1945 dan 1948-1949. Dia merupakan orang yang menandatangani Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama dengan pecahan 1, 5, dan 10 sen ditambah ½, 1, 5, 10 dan 100 sen.

Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, AA Maramis menerima Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya dari Pemerintah RI. Kemudian penghargaan Piagam Muri (Museum Rekor Indonesia) tanggal 30 Oktober 2007 sebagai Menteri Keuangan pertama yang menandatangani 15 mata uang RI terbitan 1945-1947. Nama AA Maramis juga diabadikan sebagai nama Gedung Induk Kementerian Keuangan (Gedung Daendels).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November. Keenam tokoh terebut yakni AA Maramis, KH Masjkur, M Sardjito, Ruhana Kudus, Sultan Himayatuddin dan Abdoel Kahar Moezakir.

"Untuk Abdoel Kahar Meozakir bersama AA Maramis dan KH Masjkur sebagai anggota BPUPKI/ PPKI tersisa yang belum dapat gelar pahlawan. Jasa mereka sangat besar," kata Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Negara Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Sekretaris Militer, Mayor Jenderal TNI Suharyanto, membacakan petikan keputusan presiden di Istana Negara Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, sebanyak 20 nama diusulkan Kementerian Sosial untuk dibahas Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada tahun ini. Namun hanya enam tokoh yang akhirnya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

"Presiden Republik Indonesia menganugrahkan gelar pahlawan nasional sebagai penghargaan dan penghormatan tinggi atas jasa-jasa yang luar biasa, yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan polutik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa," demikian Sekretaris Militer Mayor Jenderal TNI Suharyanto saat membacakan petikan Keputusan Presiden di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Daftar 9 Nama Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara

1. Dr GSSJ Ratulangi (SK 890 tahun 1961)

2. Arie F Lasut (SK 012/TK tahun 1961)

3. Maria Walanda Maramis (SK 012/TK tahun 1961)

4. Piere Tendean (SK no III/koti/tahun 1965)

5. Robert Wolter Mongisidi (SK no 88/TK tahun 1973)

6. Jahja Daniel Dharma (John Lie) (SK no 085/TK/tahun 2009)

7. Lambertus Nicodemus Palar (SK no 68/TK tahun 2013)

8. Bernard Wilhelm Lapian (SK no 116/TK/tahun 2015)

9. AA Maramis (SK No 120/TK/tahun 2019)


Editor : Donald Karouw