Ratusan Warga Korban Tanah Retak di Lebak Berharap Direlokasi

Antara ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 17:23 WIB
Ratusan Warga Korban Tanah Retak di Lebak Berharap Direlokasi

Warga menunjukkan rumahnya yang retak akibat pergerakan tanah. (Foto: Antara).

LEBAK, iNews.id - Retakan tanah di Desa Sudamanik, Kabupaten Lebak, Banten, mengancam keselamatan warga di sana. Ratusan orang tinggal di rumah yang mengalami rusak berat, dan rentan roboh.

Saat ini, sebanyak 104 rumah warga yang ditempati 165 kepala keluarga (KK) tampak sudah mengkhawatirkan dan terancam roboh. Meski begitu, warga masih memilih menempatinya.

"Kami masih bertahan tinggal di rumah ini,meski kondisinya mengkhawatirkan roboh," kata warga Kampung Jampang Cikuning, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Ikah (52), Sabtu (9/2/2019).

BACA JUGA: Angin Puting Beliung Terjang 4 Desa di Sidoarjo, Ratusan Rumah Rusak

Kekhawatiran tinggal di rumah tersebut diakuinya memang sangat menghantui keselamatan jiwa, terlebih curah hujan tinggi. Sebagian warga memang berusaha memperbaikinya, namun tetap saja berbahaya untuk jangka panjang.

Sebagian besar kondisi rumah miring, dan amblas serta slot tiang penyangga terlepas. Tembok rumah warga juga mengalami keretakan hingga 15 sentimeter.

"Kami jika membangun maupun memperbaiki rumah tentu tidak mampu, terlebih hidup seorang diri bersama satu cucu," ujar Ikah.

BACA JUGA: Banjir dan Longsor di Sulsel, 68 Orang Tewas dan 550 Rumah Rusak

Ketua Rukun Tetangga (RT) Kampung Jampang Cikuning, Abuy, mengatakan, warga yang terdampak retakan tanah tercatat ada 165 KK, tinggal di 104 rumah.

Dia mengakui, kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Belum lagi pergerakan tanah hampir terjadi setiap hari hingga mengakibatkan kerusakan makin parah.

"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah atas bencana alam itu," katanya.

Dia mengatakan, warga di sini sudah sepakat jika harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Sebab, tinggal di wilayah ini sudah tak lagi nyaman lantaran adanya pergerakan tanah terus-menerus.

BACA JUGA: Angin Puting Beliung Terjang Bandarlampung, 7 Rumah Rusak Parah

"Kami lebih baik direlokasi dibandingkan hidup penuh dengan kekhawatiran dan ancaman bencana alam," ujar Abuy.

Sekretaris Desa Sudamanik, Edi Supriyadi mengatakan, masyarakat yang tinggal di lokasi bencana pergerakan tanah siap dipindahkan jika pemerintah mengalokasikan anggarannya.

"Kami berharap pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengurangi risiko kebencanaan," kata Edi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal