Renggut Ribuan Nyawa, BNPB: Ketinggian Tsunami Palu Capai 11,3 Meter

Antara ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:58 WIB
Renggut Ribuan Nyawa, BNPB: Ketinggian Tsunami Palu Capai 11,3 Meter

Prajurit TNI mengibarkan Bendera Merah Putih saat mengevakuasi salah satu jenazah korban bencana likuifaksi di Petobo Palu, Sulteng, Rabu (10/10/2018). (Foto: Antara/

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Ketinggian air saat terjadinya gelombang tsunami di Palu, Donggala dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) usai gempa 7,4 SK pada Jumat (28/9/2018) akhirnya terungkap. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, titik tertinggi tsunami mencapai 11,3 meter yang terjadi di wilayah Kecamatan Palu Timur.

"Sebaran ketinggian tsunami bervariatif di tiap wilayah antara 2,2 meter hingga 11,3 meter. Titik tertinggi terjadi di Kelurahan Tondo, Palu Timur. Sementara tsunami terendah 2,2 meter di Desa Mapaga, Donggala,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers "Update Tanggap Bencana Sulawesi Tengah" di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Dia mengatakan, gempa berkekuatan cukup besar dan hantaman tsunami menyebabkan terjadinya kerusakan berat. Tsunami bukan hanya dipicu oleh gempa, namun juga akibat longsoran bawah laut yang arahnya ke pesisir selatan Teluk Palu.


BACA JUGA:

Pengungsi Korban Gempa Palu di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Direlokasi

Gempa Guncang Jawa Timur dan Bali, Tiga Tewas


Sutopo mengatakan, update korban tewas dalam bencana ini telah mencapai 2.045 korban hingga Rabu (10/10/ 2018). Kota Palu menjadi daerah yang mengalami kerusakan terparah dan banyak merenggut korban jiwa mencapai 1.636 orang. Lalu, korban meninggal di Kabupaten Donggala berjumlah 171 jiwa, di Kabupaten Sigi sebanyak 222 jiwa, di Pariginmutong ada 15  jiwa, dan di Pasang Kayu satu korban tewas.

“Semua korban yang baru ditemukan dan langsung dimakamkan. Karena jenazah sudah menimbulkan bau dan sudah sulit dikenali,” kata Sutopo.

Sementara, sebanyak 82.775 jiwa mengungsi akibat dampak gempa dan tsunami dengan rincian 74.044 jiwa di Sulteng dan 8.731 jiwa di luar Sulteng. Selanjutnya 67.310 unit bangunan dan rumah mengalami kerusakan. “Ternyata kerusakan paling parah ada di Palu karena terjangan tsunami. Kami masih memberlakukan masa tanggap darurat,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw