Ribuan Korban Banjir dan Longsor di Manggarai Bertahan di Pengungsian

Ilma De Sabrini, Antara · Jumat, 15 Maret 2019 - 13:15 WIB
Ribuan Korban Banjir dan Longsor di Manggarai Bertahan di Pengungsian

Ruas jalan Ruteng – Labuan Bajo, NTT, lumpuh total akibat longsor yang melanda wilayah itu, Kamis (7/3/2019). (Foto: IST)

KUPANG, iNews.id – Ribuan korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di sejumlah pengungsian. Data dari pemerintah daerah setempat, jumlah pengungsi mencapai 1.563 jiwa.

“Sampai dengan siang ini jumlah pengungsi di pengungsian berjumlah 1.563 jiwa yang tersebar di lima lokasi pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah Manggarai Barat,” kata Kabag Humas Pemkab Manggarai Barat, Paulus Jeramun, Jumat (15/3).

Para korban belum pulang ke rumahnya masing-masing karena masih merasa trauma akibat bencana tersebut. Selain itu, cuaca buruk yang masih terjadi di daerah itu juga membuat mereka masih bertahan di lokasi pengungsian. “Warga takut jika pulang nanti akan terjadi lagi bencana,” katanya.

BACA JUGA:

8 Orang Tertimbun Longsor di Manggarai Barat NTT, 2 Ditemukan Tewas

Tim SAR Evakuasi 8 Korban Longsor di Manggarai Barat NTT

Paulus merinci, pengungsi yang tersebar di lima lokasi pengungsian itu di antaranya di Dusun Culu berjumlah berjumlah 288 jiwa, di Dusun Nobo 243 jiwa, dan di Kantor Bupati berjumlah 154 jiwa. “Di tiga lokasi itu masih banyak korban bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Mbliling,” ujarnya.

Sementara itu, pengungsi yang mengungsi akibat terdampak bencana banjir bandang diungsikan ke Dusun Capi sebanyak 362 jiwa dan di Desa Golobilas 516 jiwa.

Menurut Paulus, Pemkab Manggarai Barat memberikan pelayanan yang baik kepada para pengungsi. Persediaan beras dan kebutuhan lain saat ini masih ada dan banyak bantuan yang diberikan oleh donatur.

Beberapa waktu lalu ada, beberapa korban bencana yang sakit saat ditampung di kam pengungsian. Namun, korban sudah dirawat dengan baik dan sembuh. “Ada beberapa yang sempat terserang sakit, tetapi petugas kesehatan sudah menanggani dengan baik,” ujarnya.

Diketahui, bencana banjir dan longsor melanda Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbiling, Kabupaten Mangggarai Barat, NTT, Kamis (7/3/2019) pukul 07.00 WIT. Musibah ini menyebabkan delapan korban tewas karena tertimbun material longsoran dan sejumlah warga luka-luka.

Kedelapan korban meninggal dunia masing-masing, Hironimus Rius (50), Nardus Rifa (13), Margareta Ersi (40), Hilariani Jelita Mensi (12), Yoseva Nelti (6), Paulinus Salim (60), Remigius Sera (28), dan Fransiska Tania (8 bulan).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain menyebabkan korban jiwa, longsor menyebabkan satu jembatan rusak dan ruas jalan Ruteng – Labuan Bajo lumpuh total. Kemudian, tiga unit rumah warga usak berat dan satu kios rusak tertimbun longsor. Selain itu, dua unit mobil dan dua unit sepeda motor rusak tertimbun longsor.


Editor : Maria Christina