Ribuan Warga Riau Sakit akibat Asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Antara ยท Selasa, 26 Februari 2019 - 10:54 WIB
Ribuan Warga Riau Sakit akibat Asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebuah helikopter bersiap melakukan pengeboman air (water bombing) terhadap hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat yang terbakar di Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai, Riau, Senin (25/2/2019). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

PEKANBARU, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak buruk bagi warga di Provinsi Riau. Saat ini, ribuan warga sakit akibat polusi udara dari asap, terutama di Dumai. Warga paling banyak menderita penyakit infesi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Nazir mengatakan, di Kota Dumai, warga yang menderita ISPA tercatat sebanyak 2.199 orang, pneumonia tujuh orang, asma 52 orang, iritasi mata 58 orang, dan iritasi kulit 28 orang.

Sementara di Kabupaten Bengkalis, warga yang terkena ISPA 247 orang, asma 15 orang, pneumonia 4 orang, iritasi mata 24 orang, dan iritasi kulit sebanyak 13 orang.

“Warga yang menjadi korban asap di Kabupaten Rohil sebanyak 42 orang terkena ISPA, asma 4 orang, mata 8 orang, dan iritasi kulit 16 orang,” kata Mimi di Pekanbaru, Selasa (26/2/2019).

BACA JUGA:

TNI Kirimkan Ratusan Personel Bantu Atasi Karhutla Riau

4 Orang Tewas dan Ribuan Warga Terkena ISPA akibat Karhutla di Kalbar

Dia mengatakan, tim krisis kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah menuju Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, membawa bantuan untuk warga yang terpapar asap karhutla. Riau sudah berstatus Siaga Darurat Karhutla sejak 19 Februari hingga delapan bulan ke depan.

Saat ini, kebakaran lahan gambut terus membara, terutama di daerah pesisir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebutkan, karhutla terjadi sejak Januari hingga Februari 2019, luasnya sudah mencapai 1.136 hektare (ha).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengatakan, citra satelit Terra Aqua pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB menunjukkan ada 23 titik panas yang jadi indikasi awal karhutla di Riau. Titik panas tersebar di Bengkalis sebanyak 5 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Pelalawan 8 titik, Siak 7 titik, dan Dumai 1 titik.

Titik panas dengan tingkat keakuratan di atas 70 persen atau benar-benar ada titik api kebakaran di 14 titik. Lokasinya masing-masing di Bengkalis 3 titik, Pelalawan 7 titik, dan Siak 4 titik.


Editor : Maria Christina