Sakit Hati Cintanya Kandas, Driver Ojek Online Tenggak Racun Ikan

Antara ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 11:43 WIB
Sakit Hati Cintanya Kandas, Driver Ojek Online Tenggak Racun Ikan

Ilustrasi penemuan mayat. (Foto: Okezone)

PALANGKARAYA, iNews.id – Diduga sakit hati diputuskan cintanya, Gonti (17), pengendara ojek online nekat menenggak racun ikan. Korban pun ditemukan tewas di pinggir Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kanit Reskrim Polsek Pahandut, Ipda Rahis Fadhillah mengatakan, korban ditemukan tewas di pinggir jalan pada Selasa (4/12/2018) pagi karena kecelakaan tunggal. Namun sebelumnya korban diduga sengaja menenggak racun yang telah disiapkannya.

"Memang benar, almarhum tersebut mengalami kecelakaan tunggal. Namun sebelum mengalami kecelakaan, yang bersangkutan menenggak racun, diduga akibat sakit hati karena mengalami putus cinta sehingga gagal menikah dengan kekasih yang sangat disayangi," katanya, Kamis (6/12/2018).

Pihak keluarga korban menolak upaya visum ketika jenazah berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangkaraya. "Ketika jasadnya hendak dilakukan visum oleh tim dokter forensik rumah sakit, pihak keluarga meminta tidak usah dilakukan visum dan mereka ikhlas dengan kejadian tersebut," ucap Rahis.

Rahis menjelaskan, kesimpulan itu juga diperkuat keterangan beberapa saksi mata saat dimintai keterangan oleh kepolisian. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mencoba bunuh diri, hanya saja aksinya tersebut gagal.

Setelah dilakukan penyelidikan, kepolisian setempat berkoordinasi dengan tim dokter forensik. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa yang bersangkutan memang menenggak racun ikan, sebelum mengalami kecelakaan tunggal.

“Saat dievakuasi dari lokasinya ditemukan, kondisinya sama sekali tidak ada luka lebam akibat benturan keras. Hanya saja, dari mulut yang bersangkutan mengeluarkan air liur,” kata Rahis.

Kesimpulan penyidik Reserse Kriminal Polsek Pahandut, Unit Laka Lantas Polres Palangkaraya dan dokter forensik menyatakan korban tewas karena diduga menenggak racun. “Kami meminta kepada pihak keluarganya untuk membuat surat pernyataan dengan dibubuhi materai Rp6.000, agar di kemudian hari kami tidak disalahkan dan lain sebagainya dalam perkara ini," ujar Rahis.


Editor : Himas Puspito Putra