Selama 3 Tahun, Kakek di Jambi Ini Tiduri Anak Angkatnya Sendiri

Okezone ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 16:52 WIB
Selama 3 Tahun, Kakek di Jambi Ini Tiduri Anak Angkatnya Sendiri

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAMBI, iNews.id - Seorang kakek, MN (69) tega menggauli BG (16) yang merupakan anak angkatnya sendiri selama tiga tahun lamanya. Kelakuan bejatnya terbongkar usai ibu kandung korban membuat laporan ke Polres Batanghari, Jambi.

Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadag Anindito, membenarkan kalau tersangka MN kini sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Dia ditangkap pada Rabu (5/12/2018) kemarin.

"Anak angkat tersangka merupakan titipan dari ibu kandungnya agar diasuh hinga dewasa dan disekolahkan baik-baik oleh pelaku," kata Anindito di Mapolres Batanghari, Jambi, Kamis (7/12/2018).

BACA JUGA: Terlibat Curanmor dan Pencabulan, 2 Anggota Polresta Pontianak Dipecat

Ibu korban sendiri, kata dia, berada di Pulau Jawa. Dia menitipkan anaknya kepada pelaku sejak umur 3 tahun, agar diasuh, dan disekolahkan. Sayangnya, amanah tersebut tidak dijalani secara sungguh-sungguh.

Dalam melakukan aksinya, kakek bejat itu beraksi di rumah dan pondok kebun miliknya. Akhirnya, BG pun angkat bicara. Dia menelepon ibunya, mengadukan perbuatan MN.

"Korban melapor ke ibu kandungnya karena tidak tahan lagi atas perbuatan ayah angkatnya itu," ujar dia.

Sang Ibu pun kembali ke kampung halamannya di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi. Kemudian, dia melaporkan hal ini ke kepolisian.

Polisi yang menerima laporan langsung bertindak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk pelaku. Awalnya MN sempat mengelak saat diperiksa, namun pada akhirnya dia mengakui perbuatan bejatnya itu.

BACA JUGA: Terbuai Bujuk Rayu, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan Duda di Pacitan

Di hadapan polisi, tersangka mengaku khilaf dan tak kuasa menahan nafsu saat melihat korban pulang sekolah.

"Saya melakukannya berulang kali, yakni mulai tahun 2016 sampai tahun 2018, saat ia masih SMP," ujar MN.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal