Sempat Putus Diterjang Banjir, Jalur Trans Palu-Kulawi Sudah Bisa Dilewati

Antara ยท Kamis, 23 Mei 2019 - 09:12 WIB
Sempat Putus Diterjang Banjir, Jalur Trans Palu-Kulawi Sudah Bisa Dilewati

Warga melintasi tebing gunung akibat jalan utama Trans Palu-Kulawi terputus diterjang banjir di Desa Salua, Kecamatan Gumbasa, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (19/5/2019), akibat banjir yang terjadi pada Jumat (17/5/2019). Saat ini, jalan tersebut sudah bisa dilalui. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

SIGI, iNews.id – Jalur Trans Palu-Kulawi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang sempat putus diterjang banjir beberapa waktu lalu, kini sudah bisa dilewati kendaraan. Namun, pengendara masih harus ekstra hati-hati.

“Dinas PUPR sudah berhasil membuka kembali akses jalan yang putus karena diterjang banjir itu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Asrul, Kamis (23/5/2019).

Asrul mengatakan, jalan itu sudah diperbaiki dan bisa kembali dilalui kendaraan sejak dua hari lalu. Kendaraan harus secara bergiliran melintas karena badan jalan sempit.

”Tidak boleh dari dua arah berlawanan. Kendaraan lewat harus satu arah dahulu baru bergantian,” ujar Asrul.


BACA JUGA: Ribuan Warga di Sigi Mengungsi ke Gunung akibat Banjir Bandang


Asrul mengatakan, sekitar 300-an meter jalan tersebut sebelumnya putus karena terjangan banjir, menyusul hujan deras yang mengguyur hulu sungai di wilayah Kulawi Raya. Wilayah ini meliputi Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro.

Banjir merusak badan jalan di antara Desa Saluki dan Tuva di Kecamatan Gumbasa. Selama beberapa hari bagian Jalur Trans Palu-Kulawi putus, warga Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu dan Pipikoro di Kabupaten Sigi terisolasi karena tidak ada jalur alternatif lain yang bisa dilewati.

Pemerintah kemudian mengerahkan alat berat untuk membuka kembali jalan yang menghubungkan desa-desa di empat kecamatan Kabupaten Sigi dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Salah seorang warga Kecamatan Kulawi Selatan, Jelita Selo mengaku, warga sudah melewati jalur tersebut mengendarai sepeda motor. “Harus hati-hati karena jalannya licin sehingga mudah terperosok," kata Jelita.

Menurut dia, selama jalan putus harga beberapa bahan pokok seperti beras, minyak tanah, bensin, gas elpiji 3kg dan gula pasir sempat melonjak karena stok berkurang. Sementara permintaan meningkat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

“Kami berharap harga bahan pokok kembali turun setelah jalan Trans Palu-Kulawi bisa dilalui,” katanya.


Editor : Maria Christina