Suami Bacok Istri hingga Tewas di Baubau Sulsel karena Emosi Ditagih Cicilan Kredit Ponsel

Andhy Eba ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 19:05 WIB
Suami Bacok Istri hingga Tewas di Baubau Sulsel karena Emosi Ditagih Cicilan Kredit Ponsel

Tersangka pembunuh istri, Erwin Ramadhan, dihadirkan saat pemaparan kasus di Mapolsek Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)

BAUBAU, iNews.id – Seorang suami di Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), tega menganiaya istrinya hingga tewas hanya karena ditagih cicilan telepon seluler (ponsel). Pelaku menghabisi korban dengan cara menghantamkan palu, lalu membacok hingga empat kali di bagian dada dan punggung.

Pelaku Erwin Ramadhan sempat melarikan diri selama enam jam setelah pembunuhan sadis istrinya Vita Fathona yang terjadi pada Senin (2/12/2019) siang kemarin. Namun, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Mapolsek Murhum, Senin malam.

Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Selasa (3/12/2019) pagi. Isak tangis keluarga di rumah duka mengiringi kepergian Vita Fathona.

 

BACA JUGA:

Kasus Pembunuhan Sadis Siswi SMA Hamil 5 Bulan di Nias, Polisi Periksa 6 Saksi

Penemuan Mayat Perempuan Telanjang di Bojonegoro, Korban Dibunuh Pacar karena Hamil

 

Keluarga korban, Asirat mengatakan, Vita tewas di tangan suaminya Erwin Ramadhan pada Senin siang (3/11/2019) di Kelurahan Melai, Kota Baubau. Penyebabnya sepele. Sang suami tidak terima dengan perkataan kasar sang istri saat menagih uang cicilan pembayaran kredit ponsel.

Vita Fathona bekerja sebagai karyawan di salah satu gerai penjualan ponsel. Dia hanya sekadar melakukan tugasnya menagih tunggakan cicilan ponsel yang dikredit oleh suaminya.

“Saya sebagai paman mewakili keluarga berharap suaminya mendapat hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya,” kata Asirat.

Kapolsek Murhum Ipda Marvi OC menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka Erwin Ramadhan menghabisi nyawa istrinya saat pemaparan kasus di Mapolsek Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)
Kapolsek Murhum Ipda Marvi OC menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka Erwin Ramadhan menghabisi nyawa istrinya saat pemaparan kasus di Mapolsek Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)

 

Asirat mengatakan, belakangan ini, pasangan suami istri itu memang sedang cekcok. Keduanya bahkan sudah pisah ranjang walaupun keluarga tidak pernah mendengar mereka akan bercerai. “Mereka memang tidak akur, tapi tidak ada proses perceraian, masih suami istri,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Murhum Ipda Marvi OC mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, sebelum dibacok, Vita dihantam suaminya dengan palu. Palu itu digunakan Erwin saat mengerjakan instalasi listrik di kamar mandi seorang warga di Kelurahan Melai.

Korban sempat berlari sambil meminta tolong. Namun, pelaku yang sudah emosi mengejar istrinya. Setelah sebelumnya mengantamkan palu, pelaku kali ini mengambil pisau yang dia temukan, lalu membacok korban berkali-kali hingga akhirnya tewas.

“Sebenarnya tidak ada motif khusus. Cuma karena bertemu saat korban menagih cicilan ponsel, di situ ada bahasa-bahasa kurang bagus dari korban sehingga pelaku emosi. Dia menggunakan alat-alat yang ada di situ untuk menganiaya korban,” kata Ipda Marvi OC saat pemaparan kasus di Mapolsek Murhum, Selasa (3/12/2019).

Usai melakukan perbuatannya, Erwin menyerahkan diri ke pihak Polres Baubau beberapa jam kemudian. Erwin ditahan beserta barang bukti pisau dan palu yang digunakan menghabisi nyawa sang istri.

Akibat perbuatannya menghilangkan nyawa seseorang, pelaku dikenakan dengan Pasal 45 Ayat 3 Junto Pasal 5 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda Rp45 juta. Kasus ini masih didalami pihak Polsek Murhum.


Editor : Maria Christina