Suami di Cilegon Banten Diduga Bunuh Istri dan Bayi Berumur 40 Hari

Okezone, Mahesa Apriandi ยท Senin, 04 Maret 2019 - 12:52 WIB
Suami di Cilegon Banten Diduga Bunuh Istri dan Bayi Berumur 40 Hari

Ilustrasi pembunuhan. (Foto: dok iNews)

CILEGON, iNews.com – Kasus pembunuhan sadis menggemparkan warga lingkungan Ciore Waseh, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, Senin (4/3/2019). Seorang suami berinisial AR (40) diduga tega membunuh istri dan bayinya yang belum genap berumur 40 hari.

Kapolsek Pulomerak Kompol Supandriatna mengatakan, kasus dugaan pembunuhan itu masih diselidiki polisi. Informasi awal, kejadian ini dilatar belakangi cekcok antara pasangan suami istri (pasutri)  tersebut.

“Intinya korban itu ngga mau waktu diajak berhubungan intim, soalnya dia juga kan baru melahirkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2019).

BACA JUGA: Menolak Berhubungan, Istri Dianiaya Suami Pakai Golok di Surabaya

Kendati demikian, Kapolsek belum merinci penyebab kematian kedua korban. Namun terduga pelaku AR, saat ini sudah diamankan di Polres Cilegon. Sementara jenazah istri berinial AP (25) dan bayinya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Dradjat Prawiranegara, Serang.

“Tidak ada benda tajam yang kami temukan di lokasi kejadian,” katanya.

Tak adanya bekas aniaya senjata tajam dibenarkan paman korban Bernama Muchlis (56). Dia menuturkan, kondisi jasad AP dan bayinya tampak tak menunjukkan bekas aniaya sajam maupun benda tumpul.

“Awalnya AR minta tolong tetangga untuk melihat kondisi istrinya sudah seperti meninggal di kamarnya. AR bilang kalau istrinya kesetrum. Tapi kok kesetrum kondisinya begini, kan janggal. Makanya langsung manggil polisi,” ucapnya.

Pasutri itu merupakan pegawai di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). Hingga saat ini, pihak keluarga masih belum percaya atas kematian AP dan bayinya.

“Selama ini ngga pernah terlihat cekcok, akur-akur saja. Suaminya itu juga pendiam, ngga banyak omong. Malah mereka baru cukuran anaknya seminggu lalu, tapi memang bayinya itu sering sakit-sakitan,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw