Sungai Barito Surut, Angkutan Kapal dan Tongkang Besar Terhambat

Antara ยท Selasa, 07 Agustus 2018 - 09:40 WIB
Sungai Barito Surut, Angkutan Kapal dan Tongkang Besar Terhambat

Ilustrasi tongkang melintas di Sungai Barito. (Foto: Okezone)

MUARA TEWEH, iNews.id - Sungai Barito di kawasan pedalaman Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, kembali surut. Akibatnya, sejumlah kapal dan tongkang bertonase besar terperangkap dan tidak bisa berlayar.

"Angkutan kapal dan tongkang bermuatan batu bara bertonase besar tidak bisa berlayar sejak hari ini Selasa (7/8/2018)," kata Kepala UPTD Dermaga Muara Teweh pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Muhammad Nurdin melalui petugas pelabuhan Syamsu Rizal di Muara Teweh, Selasa (7/8/2018).

Ketinggian air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh pada pagi tdai di angka empat meter. Ini menunjukkan Sungai Barito tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar. Sejumlah kapal tarik atau "tugboat" dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar di beberapa tempat.

"Saat ini tongkang kosong masih bisa berlayar ke namun tidak sampai hulu, sedangkan tongkang bermuatan batu bara sudah tidak bisa sehingga mereka bersandar di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito. Kalau 2-3 hari kedepan tidak ada hujan maka dipastikan tongkang tidak bermuatan itu tidak bisa berlayar," katanya.

Kondisi air sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu, sekarang sulit diramalkan.

Syamsu menjelaskan, meski saat ini kemarau namun masih ada hujan turun, kondisi debit Sungai Barito pekan lalu sempat naik sehingga transportasi kapal tonase besar bisa berlayar. Namun kini sudah tidak bisa karena debit air Sungai Barito turun dan kalau di wilayah hulu hujan maka air kembali naik. "Kami sulit memprediksi kondisi air Sungai Barito," ujarnya.

Meski angkutan kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar, sejumlah kapal barang dan angkutan penumpang yang tonasenya sedang untuk sementara tidak mengalami kendala.


Editor : Himas Puspito Putra