Tak Ada Akses Jalan, Warga Pandeglang Tandu Pasien dengan Kain Sarung

Iskandar Nasution ยท Senin, 04 Maret 2019 - 05:39 WIB
Tak Ada Akses Jalan, Warga Pandeglang Tandu Pasien dengan Kain Sarung

Warga Kampung Jeruk, Desa/Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten menandu pasien menuju ke puskesmas sejauh 7 km. (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Miris. Warga Kampung Jeruk, Desa/Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten terpaksa menandu Abah Tolib (70) yang sakit keras dengan kain sarung menuju puskesmas.

Abah Tolib yang sudah lima hari tidak makan dan kondisi ekonomi keluarga yang tergolong sangat miskin harus ditandu dua orang lantaran tidak ada sepeda motor maupun mobil yang bisa melintas di kampung tersebut.  

Kondisi itu terjadi lantaran tidak ada akses jalan dari Kampung Jeruk ke dunia luar. Ketiadaan infrastruktur di kampung tersebut sudah berlangsung lama dan hingga kini belum perah tersentuh pembangunan jalan.

Dengan menggunakan kain sarung dan dua batang bambu, Abah Tolib ditandu sambil menyusuri hutan dan jalan berlumpur sejauh 7 km. Warga secara bergantian membawa pria penyandang tunanetra tersebut agar secepatnya mendapat perawatan di Puskesmas Sindangresmi.

“Kami harus berjalan kaki 7 km melewati hutan dan jalan berlumpur. Di sini, mobil maupun motor tidak ada yang bisa lewat karena jalannya rusak parah,” kata Fahrudin, warga Kampung Jeruk, Minggu (3/3/2019).

BACA JUGA:

Jalan Rusak Parah, Warga di Ponorogo Terpaksa Ditandu untuk Berobat

Viral Ibu Hamil Ditandu ke RSUD Ponorogo hingga Bayinya Meninggal

Dia mengatakan, ketiadaan akses jalan yang sudah berlangsung puluhan tahun itu membuat warga Kampung Jeruk seakan terisolasi. Mereka pun harus menandu warga yang sakit dengan kain sarung dan batang bambu tersebut, bahkan tak jarang banyak pasien yang meninggal dunia akibat terlalu lama berjalan dibawa ke puskesmas. “Sampai sekarang belum pernah ada perbaikan jalan,” ucapnya.


Fahrudin mengaku warga sudah berupaya mengajukan ke pemerintah daerah maupun pusat agar dibuatkan akses jalan menuju ke desa mereka. Namun hingga saat ini, permohonan warga belum pernah disetujui.

“Sudah banyak warga yang menjadi korban akibat terlalu lama saat dibawa ke puskesmas. Beberapa korban yang meninggal dunia biasanya akibat gigitan ular dan wanita yang hendak melahirkan,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki