Takut Ada Gempa Susulan, 190.180 Warga Sigi Bertahan di Pengungsian

Antara, Ilma De Sabrini ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 09:42 WIB
Takut Ada Gempa Susulan, 190.180 Warga Sigi Bertahan di Pengungsian

Warga berada di dekat bangunan yang hancur akibat gempa di Desa Lolu, Sigi, Sulteng, Senin (8/10/2018). Sebanyak 190.180 korban gempa di Kabupaten Sigi masih bertahan di pengungsian hingga Rabu (10/10/2018). (Foto: Antara/Basri Marzuki)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SIGI, iNews.id – Sebanyak 190.180 warga korban gempa di Kabupaten Sigi masih bertahan di lokasi pengungsian hingga Rabu (10/10/2018). Para pengungsi tersebar di 12 dari 16 kecamatan yang terdampak bencana pada Jumat, 28 September 2018.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Gayus Sampe mengatakan, warga yang terdampak bencana tinggal di lokasi pengungsian di Kecamatan Biromaru, Dolo, Marawola, Dolo Selatan, Kulawi, Lindu, dan Pipikoro. Kemudian, di Kulawi Selatan, Konovaro, Gumbasa, Tanambulava, Dolo Barat, Palolo, Kinovaro dan Nokilalaki.

“Sampai saat ini, sebagian warga belum mau kembali ke rumah meski tempat tinggal mereka hanya mengalami kerusakan ringan atau sama sekali tidak rusak,” kata Gayus Sampe.


BACA JUGA:

BNPB: Jumlah Korban Tewas Gempa Sulteng 2.010 Jiwa

Palu Diguncang Gempa 5,2 SR Pagi Ini, Warga Berhamburan Keluar


Warga memilih tinggal sementara di lokasi pengungsian meski hanya berteduh di tenda-tenda dan makan seadanya karena takut gempa datang lagi. Gempa-gempa susulan kecil sampai sekarang kadang masih terjadi. Setiap kali merasakan getaran, warga yang tinggal di dalam tenda langsung berhamburan keluar.

“Saya baru akan kembali pulang jika kondisi sudan benar-benar normal. Artinya sudah tidak ada gempa susulan,” kata Mety, warga Desa Bolapapu di Kecamatan Kulawi.

Warga Kecamatan Lindu, Barnabas, juga mengungkapkan hal yang sama. Dia lebih tenang tinggal di tenda darurat daripada pulang ke rumah dengan kekhawatiran menghadapi dampak gempa. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya menjelaskan, hingga pukul 13.00 WIB Selasa (9/10/2018), jumlah korban jiwa akibat bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulteng, mencapai 2.010 jiwa.

Korban jiwa terbanyak ditemukan di Kota Palu sebanyak 1.610 orang. Korban meninggal dunia di Kabupaten Donggala sebanyak 171 jiwa, di Sigi 222 jiwa, di Pariginmutong 15 jiwa, dan di Pasang Kayu satu jiwa. Sementara, korban luka dalam musibah itu tercatat sebanyak 10. 679 orang dan jumlah pengungsi mencapai 82.775 orang. Sebanyak 74.044 pengungsi berada di Sulteng di 112 titik dan 8.731 pengungsi di luar Sulteng.


Editor : Maria Christina