Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Fanly Lahingide, Korban Tewas akibat Hukuman Lari di Manado

Jefry Langi ยท Kamis, 03 Oktober 2019 - 17:08 WIB
Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Fanly Lahingide, Korban Tewas akibat Hukuman Lari di Manado

Pemakaman Fanly Lahingide, korban tewas akhibat hukuan fisik dari gurunya di Manado, Rabu (3/10/2019). (Foto: iNews.id/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Jenasah Fanly Lahingide, siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dimakamkan di Pekuburan Umum Kima, Manado, Rabu (2/10/2019). Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman korban.

Sebelum dimakamkan, jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Perum Tamara, kecamatan Mapanget, Manado. Ibu korban, Yulin Mandiangan dan kakak korban, Yulita tak henti menangis melihat peti jenasah di bawa keluar dari rumah duka.

Selain dihadiri sanak family, prosesi pemakaman juga terlihat dihadiri oleh teman sekolah korban. Mereka tampak menunduk sedih saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat.

Siswa SMP di Manado Tewas setelah Dihukum Lari Lapangan karena Terlambat

Siswa SMP Kristen 46 Manado Tewas Dihukum Guru, Sekolah Hapus Ganjaran Lari

Sebelumnya, Fanly Lahingide meninggal saat menjalani hukuman fisik dari guru piket sekolah, Selasa (1/10/2019). Korban yang datang terlambat ke sekolah dihukum untuk lari mengelilingi lapangan sebanyak 20 kali di bawah terik matahari.

Korban sebenarnya sempat mengeluh pusing namun tidak digubris CS, guru piketnya. Korban akhirnya pingsan di putaran ke empat dan di bawa ke Rumah Sakit AURI Manado lalu dirujuk ke Rumah Sakit Profesor Kandow. Sayangnya nyawa korban tidak tertolong.

Kapolsek Mapanget, AKP Muhlis Suhani mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki. Petugas sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kematian korban.


Editor : Umaya Khusniah