Terkunci 2,5 Jam Dalam Mobil, Pemuda di Pangkalan Bun Tewas

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 09:17 WIB
Terkunci 2,5 Jam Dalam Mobil, Pemuda di Pangkalan Bun Tewas

Ilustrasi korban meninggal. (Foto: Istimewa)

PANGKALAN BUN, iNews.id – Peristiwa tragis dialami Adi Wiranto alias Abul (19), seorang pemuda yang memiliki keterbelakangan mental. Dia meninggal diduga kehabisan oksigen setelah terkunci di dalam mobil tetangganya selama kurang lebih 2,5 jam.

Kejadian ini pun mengejutkan warga di Gang Haji Sabil, RT 3, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (11/5/2019). Mereka semua merasa kehilangan atas musibah yang dialami almarhum Abul.

BACA JUGA: Sakit hingga Muntah Darah, Anggota KPPS Perempuan di Gowa Meninggal

Seorang tetangga, Nuryanto menceritakan kronologi kejadian tersebut. Berawal saat Bastiah, ibu almarhum dan kakak perempuannya mencari keberadaan Adul pada Sabtu (11/5/2019) pukul 17.00 WIB.

Karena tak kunjung ditemukan, warga lainnya ikut membantu untuk mencari Adul. Setelah 90 menit dilakukan pencarian, warga menemukan sandal Abul di dekat mobil Honda Jazz B 1644 UFQ yang terparkir di Jalan Swadaya RT 3.

"Warga bergegas melihat ke mobil dan benar korban berada di dalam. Setelah dibuka pintunya, korban sudah dalam kondisi lemas namun masih hidup. Abud kemudian dibawa ke Puskesmas Kumai, namun tak berapa lama dinyatakan meninggal dunia," ujar Nuryanto, Sabtu (11/5/2019) malam.

Kepala Desa Sungai Kapitan M Mulkan mengungkapkan, almarhum ditemukan di dalam mobil milik anak dari Musawer yakni M Asary yang bekerja di Jakarta.

“Kondisi mobil terparkir di garasi yang terbuka di samping rumah. Memang hampir setiap hari, Abul ini mampir ke rumah Pak Musawer untuk meminta uang atau sekadar bermain di sekitaran rumah. Saat masuk rumah pun tak ada yang mengetahui karena memang pintu pagarnya ak pernah ditutup. Ya ini musibah. Tidak ada yang disalahkan,” kata Mulkan.

Kendati musibah, dia sudah mempertemukan pihak keluarga korban dengan Musawer.

“Namanya kejadian kan di rumah Pak Musawer. Meski beliau tidak tahu apa-apa, tetap kami pertemukan biar tidak terjadi salah paham. Hasilnya baik dan pihak keluarga korban ikhlas atas kejadian ini,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw