Terlilit Utang Demi Gaya Hidup Sosialita, Istri Jual Sepupu ke Suami

Uun Yuniar ยท Kamis, 29 Maret 2018 - 17:09 WIB
Terlilit Utang Demi Gaya Hidup Sosialita, Istri Jual Sepupu ke Suami

Tersangka SM yang menjual sepupu yang masih remaja kepada suaminya saat menjalani pemeriksaan di Kejari Pontianak. (Foto: iNews/Uun Yuniar)

PONTIANAK, iNews.id – Demi memuaskan gaya hidupnya yang ingin terlihat serba glamor, seorang ibu rumah tangga berinisial SM asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), akhirnya terlilit banyak utang. Suaminya berinisial AR yang cukup mapan dengan bekerja di salah satu perusahaan BUMN pun kerap mengeluh lantaran harus melunasi pinjaman istrinya yang gemar berutang.

Hingga pada akhirnya, terpikirlah ide dari SM untuk menjual keponakannya yang masih berusia 13 tahun berinisial WN, gadis berkewarganegaraan Malaysia kepada suaminya AR. WN selama ini memang tinggal menumpang di rumah pasangan suami istri AR dan SM di Jalan Ampera, Pontianak, Kalbar.

Wanita sosialita itu menawarkan gadis yang masih keponakannya kepada suaminya sendiri untuk disetubuhi. Dia memberikan izin kepada suaminya untuk tidur bersama keponakannya yang masih remaja, dengan catatan menerima bayaran untuk hal tersebut.

AR pun menerima tawaran yang diberikan istrinya sendiri untuk menyetubuhi WN. Dia membayar SM senilai Rp500.000 setiap kali ingin meniduri WN, keponakan istrinya yang masih remaja tersebut. Dan hal itu berlangsung lebih dari sekali.

Hasil bayaran yang diterima SM dari suaminya AR, ia bayarkan untuk melunasi utang-utangnya. Keduanya pun sama-sama mendapat keuntungan atas kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur dan perdagangan manusia.

Perbuatan pasutri asal Pontianak itu akhirnya terbongkar. Ditengarai, korban WN akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada seorang pamannya. Mendengar pengakuan itu, paman korban langsung membawa persoalan itu ke ranah hukum dengan melaporkan pasutri tersebut ke pihak berwajib.

Mendapat laporan warga, Polresta Pontianak langsung menindaklanjuti dan melakukan penangkapan kepada pasutri AR dan SM. Keduanya dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kami terima laporannya awal Februari 2018 dan langsung menyidik kasus ini. Berkasnya sudah lengkap dan baru saja kami serahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, Kamis (29/3/2018).

Dia mengatakan, kronologi kejadian iitu sudah terjadi sejak 2015. Saat itu korban masih berusia 13 tahun dan diduga menjadi objek yang diperdagangkan tersangka SM kepada tersangka AR, yang berstatus suaminya.

Korban WN yang berstatus kewarganegaraan Malaysia sewaktu kejadian tinggal menumpang di rumah milik pasutri AR dan SM. Keterangannya, lebih dari sekali SM menawarkan korban WN kepada suaminya AR untuk disetubuhi dan menerima bayaran atas hal itu.

“Keduanya (SM dan AR) telah kami tetapkan sebaga tersangka. Mereka kami jerat dengan Pasal 81 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan UU tentang tindak pidana perdagangan orang,” ujarnya.

Sementara itu Kejari Pontianak membenarkan sudah mendapat pelimpahan berkas dari Polresta Pontianak atas kasus tersebut. “Jika terbukti, kami akan hukum sesuai aturan yang berlaku. Kami masih mempelajarinya, memang tidak ada paksaan, namun ada unsure perdagangan manusian, karena SM menawarkan AR untuk menyetubuhi WN,” ujar Kasi Pidana Umum Kejari Pontianak, A I Simamora, Pidana Umum Kejari Pontianak.


Editor : Donald Karouw