Tersesat di Hutan Latinanggo, 22 Pelajar SMP di Kolaka Ditemukan Lemas

Asdar Lantoro ยท Senin, 11 Februari 2019 - 12:57 WIB
Tersesat di Hutan Latinanggo, 22 Pelajar SMP di Kolaka Ditemukan Lemas

Salah satu siswi SMP yang dievakuasi dengan cara digendong karena lemas setelah tersesat dan berjalan kaki 11 jam di Hutan Hutan Latinanggo, Kolaka, Senin (11/2/2019). (Foto: iNews/Asdar Lantoro)

KOLAKA, iNews.id – Kegiatan Pramuka SMP Negeri 2 Kolaka nyaris berujung petaka. Sedikitnya, 22 pelajar tersesat saat menjelajah Hutan Latinanggo yang berlokasi di Kelurahan Ulunggolaka, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Informasi yang dirangkum iNews, kejadian ini berawal saat puluhan pelajar SMP bersama seorang guru pembimbing Pramuka berangkat dari sekolah menuju Wisata Alam Kea-Kea, Sabtu (9/2/2019) pukul 16.00 wita. Keesokan harinya, mereka didampingi guru pembimbing Pramuka bernama Sumarjono menjelajah Hutan Latinanggo yang tak jauh dari lokasi Wisata Alam Kea-Kea Minggu (10/2/2019) pukul 11.00 wita.

Hingga sore hari, rombongan siswa dan guru pembimbing Pramuka tak kembali ke posko atau tenda utama. Pihak sekolah selanjutnya melaporkan hal tersebut ke Pos SAR dan Polres Kolaka.

BACA JUGA: 22 Pelajar SMP Kolaka Tersesat di Hutan, Korban Belum Ditemukan

Tim gabungan dibantu Basarnas, TNI Polri dan relawan pecinta alam KPA Upala Ulunggolaka pun melakukan pencarian besar-besaran. Setelah menyisir kawasan hutan selama 10 jam, para pelajar SMP itu akhirnya ditemukan, Senin (11/2/2019) pukul 03.30 wita.

Mereka langsung dievakuasi. Prosesnya berlangsung dramatis. Petugas harus menggendong para siswa lantaran kondisi mereka lemas akibat kelaparan dan kedinginan. Salah satu bahkan ada yang sakit lantaran digigit ular dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Benyamin Guluh, Kolaka.

Anggota KPA Upala Faisal Aswin, ke-22 siswa SP dan pembinanya ditemukan di sekitar puncak Gunung Latinanggo. Lokasinya berjarak 2 kilometer (Km) dari Taman Wisata Kea–Kea.

“Kami mendengar suara peluit dan teriakan minta tolong saat melakukan pencarian. Saat kami temukan kondisi mereka lemas karena lapar dan kedinginan,” ujar Aswin, Senin (11/2/2019).

Seorang siswa yang ikut tersesat Muh Taksif  menceritakan, kejadian bermula saat mereka melakukan penjelajahan. Namun dalam perjalanan pulang ada pohon tumbang sehingga mereka berinisiatif mencari jalan lain. “Kami terus berjalan selama 11 jam dalam kondisi lapar dan kedinginan,” ujarnya.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Kendari Hidayat mengatakan, seluruh siswa ditemukan selamat. Namun seorang siswa bernama Andi Asnelya Sifa menderita sakit karena digigit ular. Beberapa juga kram hingga tidak mampu lagi untuk berjalan kaki.

Sementara Bupati Kolaka Ahmad Safei yang ikut turun langsung saat membantu evakuasi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian. “Kejadian ini kita jadikan pengalaman agar tidak terulang kembali,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw