Tertimbun Batu Besar, Korban Longsor Tak Bisa Dievakuasi

Huzair Zainal ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 12:53 WIB
Tertimbun Batu Besar, Korban Longsor Tak Bisa Dievakuasi

Material bebatuan yang menimbun korban longsor. (Foto: iNews/Huzair Zaenal).

POLEWALI MANDAR, iNews.id - Proses pencarian korban tertimbun longsor di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa dihentikan. Masih ada satu orang korban yang tertimbun longsoran tebing batu di Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar tersebut.

Pantauan iNews, isak tangis mewarnai pencarian korban atas nama Darmih. Keluarga korban menangis makin histeris saat mengetahui proses tersebut harus dihentikan. Alasannya, medan di sana sukar dilintasi alat berat, sedangkan material batu besar yang tak mungkin diangkat manual.

"Material ini bobotnya 3-10 ton, tidak memungkinkan kita evakuasi," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulbar, Suwandi, di lokasi evakuasi korban Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (5/12/2018).

BACA JUGA: Rumahnya Tertimpa Longsor, Keluarga di Ciamis ini Berhasil Selamat

Satu-satunya cara untuk mengevakuasi korban adalah dengan menggunakan alat berat. Sayangnya, akses jalan tidak bisa mudah ditembus eskavator. Karena itu, kata Suwandi, untuk satu korban ini sangat sulit sekali dievakuasi.

Keluarga korban, Mahmuddin, menambahkan pihak keluarga sudah ikhlas atas bencana yang menimpa Darmih. Terkait sulitnya proses evakuasi, dia pun membenarkan hal tersebut.

"Kita memang sudah pasrah, kendalanya di sini material batunya," ungkap Mahmuddin.

BACA JUGA: Bayi 6 Bulan Selamat Usai Tertimbun Material Tanah Longsor di Cilacap

Dia pun menjelaskan kronologi kejadian itu. Mulanya, korban bersama anggota keluarga lain berjalan menyusuri tebing, kemudian tiba-tiba saja terjadi longsor bebatuan yang menimpa korban.

Ada dua orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini, yakni Darmih serta anaknya. Mahmuddin mengakui, tebing tersebut memang rawan, karena material bebatuan di atas tebing sering jatuh tiba-tiba, terlebih saat cuaca sedang turun hujan deras.

Selain menghentikan secara resmi proses pencarian korban, Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Darno Majid, juga turut menyerahkan bantuan uang duka kepada keluarga korban.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal