Tim KLHK Segel Lahan 5 Perusahaan Sawit di Kubu Raya yang Terbakar

Gusty Eddy ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 15:14 WIB
Tim KLHK Segel Lahan 5 Perusahaan Sawit di Kubu Raya yang Terbakar

Tim KLHK saat memasang plang penyegelan di salah satu lahan perkebunan di Kubu Raya, Kalbar. (Foto:iNews/Gusti Eddy)

PONTIANAK, iNews.id – Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel lahan yang terbakar di areal lima perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Penyegelan dipimpin langsung Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani, Senin (27/8/2018).

Ridho mengatakan, kelima perusahaan itu yakni PT SUM, PT PLD, PT AAN, PT APL, dan PT RJP. Penyegelan lokasi yang terbakar ini untuk mendukung penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara tegas agar ada efek jera.

“Bu Menteri memonitor penangangan kasus karhutla dan memerintahkan kami turun langsung ke lokasi. Kami akan terus memantau lokasi lainnya yang terbakar, termasuk dengan menggunakan teknologi satelit dan drone,” kata Ridho di lokasi penyegelan.


Dia mengungkapkan, KLHK mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah yang telah diambil oleh Satgas Karhutla, TNI, Polda Kalbar, Pemda dan masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi karhutla di Kalbar. Selain itu, terhadap penegakan hukum Karhutla, KLHK mengapresiasi langkah Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan jajarannya yang menindak 26 pelaku karhutla.

“Kami mengapresiasi Polda Kalbar yang dengan tegas menindak pelaku agar tidak ada lagi yang berani membakar,” ujar Ridho.

Diketahui, sejak 2015 KLHK sudah memberikan sanksi administrasi ke lebih dari seratusan korporat akibat karhutla. Termasuk juga ada yang izinnya dicabut. KLHK dan Polri telah mengajukan pidana pada puluhan kasus karhutla. Saat ini, ada 11 gugatan perdata pada 11 korporat yang bertanggung jawab atas karhutla, dengan nilai anti rugi mencapai triliunan rupiah.

“Untuk kasus karhutla ini kami akan menerapkan penegakan hukum berlapis, baik itu sanksi administratif, perdata, maupun pidana agar semakin besar efek jeranya," tuturnya.

Saat penyegelan, Ridho didampingi Direktur Pengawasan dan Sanksi Administrasi KLHK Sugeng Priyanto, Direktur Pencegahan dan Pengamanan KLHK Sustyo Iriyono, serta para penyidik dan pengawas lingkungan hidup.


Editor : Donald Karouw