Titik Panas Meningkat, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspadai Kabut Asap Karhutla

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:16 WIB
Titik Panas Meningkat, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspadai Kabut Asap Karhutla

Foto udara kawasan kota Palembang yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/10/2019). (ANTARA FOTO/Nathan)

JAKARTA, iNews.idKebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi, khususnya di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat karhutla tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di wilayah dekat dengan karhutla untuk selalu mewaspadai untuk selalu berhati-hati akan adanya potensi sebaran asap,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo, Selasa (15/10/2019).

 

BACA JUGA:

Kabut Asap Tebal Selimuti Palembang Senin Pagi, Sekolah Mendadak Diliburkan

Sumsel Dikepung 691 Titik Panas Hari Ini, BNPB: Kualitas Udara di Sumsel Berbahaya

 

Mulyono mengatakan, berdasarkan pantauan Satelit Modis (Terra Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama seminggu terakhir, BMKG mendeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas di beberapa wilayah Indonesia sejak tanggal 9 Oktober 2019. Jumlahnya saat ini tercatat sebesar 1.547 titik.

“Titik panas tersebut khususnya muncul di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi dan Kalimantan Timur. Sedangkan jumlah titik panas di Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat cenderung menurun,” katanya.

Berdasarkan pantauan citra Himawari-8 dan potensi angin bergerak ke arah Barat Daya, sebaran asap dari jumlah titik hotspot ini cenderung meluas di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi. Kemudian, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Meskipun di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah mulai turun hujan ringan hingga sedang, masyarakat masih harus mewaspadai terjadinya karhutla,” katanya.

Mulyono mengatakan, BMKG berperan aktif bersama dengan TNI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengupayakan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di daerah yang mengalami karhutla dengan melakukan kegiatan teknologi modifikasi cuaca. Saat ini, teknologi modifikasi dilaksanakan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.


Editor : Maria Christina