TNI AL Banten Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster Senilai 17,8 Miliar ke Singapura

Wimsalim ยท Sabtu, 05 Oktober 2019 - 03:00 WIB
TNI AL Banten Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster Senilai 17,8 Miliar ke Singapura

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ribu bayi lobster, Kamis (3/10/2019). (Foto: iNews.id/Wimsalim)

CILEGON, iNews.id - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ribu bayi lobster yang hendak dikirim ke Singapura melalui perairan Jambi. Dua orang, WS dan EF, ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam penggerebekan di salah satu gudang di Binuangeun, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Kamis (3/10/2019), petugas mengamankan sejumlah pekerja. Pelaku mengalihfungsikan rumah sebagai gudang untuk mengelabuhi petugas.

Terbongkarnya upaya penyelundupan ratusan ribu bayi lobster senilai 17,8 milyar ini bermula adanya informasi dari masyarakat. Tim gabungan TNI Angkatan Laut lalu melakukan penelusuran.

BACA JUGA: Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp23 Miliar Berhasil Digagalkan Polsek Muara Sabak Timur Jambi

Hasilnya, mereka mengamankan sebanyak 116.383 ekor bayi lobster jenis pasir dan 2.100 bayi lobster jenis mutiara.

Menurut Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Kolonel Laut (P) Golkariansyah, saat digerebek, bayi lobster sudah dibungkus sedemikian rupa, ini biasanya akan diekspor,” katanya saat konferensi pers di Cilegon, Jumat (4/10/2019).

“Kita telah menggagalkan penyelundupan bayi lobster ke luar negeri,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perikanan No 45 tahun 2009 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Bayi Lobster di bawah 200 gram tidak boleh diekspor.

Petugas juga masih memburu pemilik bayi lobster berinisial HO yang berhasil melarikan diri saat terjadi penangkapan berlangsung.


Editor : Umaya Khusniah