TNI Dirikan Hunian Sementara bagi Korban Gempa di Balaroa Palu Barat

Donald Karouw ยท Minggu, 14 Oktober 2018 - 02:05 WIB
TNI Dirikan Hunian Sementara bagi Korban Gempa di Balaroa Palu Barat

Prajurit TNI dan petugas PMI mendirikan hunian sementara bagi pengungsi korban gempa di Balaroa, Kota Palu, Sulteng, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Istimewa)

PALU, iNews.id – Gempa bumi dan tsunami berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang menerjang Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), beberapa hari lalu, telah memorak-porandakan sebagian besar bangunan dan membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal. Prajurit TNI membantu para korban dengan mendirikan hunian sementara (huntara) berupa tenda bagi pengungsi di Balaroa, Sabtu (13/10/2018).

Huntara itu didirikan di posko pengungsian yang terletak di Jalan Sumur Yoga, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat. Pendirian huntara dilakukan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad di bawah komando Kapten Inf Maskur Riyadi bersama dengan PMI dan relawan.

“Rencananya nanti akan didirikan posko pengungsian percontohan sekitar 300 hunian sementara bagi pengungsi yang ada di Balaroa. Hari ini kami berhasil mendirikan sekitar 25 huntara,” kata Kapten Inf Maskur Riyadi dalam keterangan yang diperoleh iNews.id, Sabtu malam.

BACA JUGA:

Usai Gempa, Banjir Lumpur Terjang Belasan Rumah di Dolo Sulteng

100 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Dibangun di Petobo Palu

Kapten Inf Maskur Riyadi mengatakan, setiap tenda nantinya dapat menampung sekitar delapan hingga sepuluh orang pengungsi. Dengan begitu, para pengungsi dapat tinggal dengan layak di tenda-tenda yang telah disediakan.

Selain mendirikan huntara, Yonif Para Raider 432/WSJ yang berkekuatan 40 personel juga membantu pengungsi mendirikan tempat ibadah berupa musala sementara. Mereka berharap musala itu dapat digunakan warga pengungsi untuk melaksanakan salat.

Menurut Kapten Inf Maskur Riyadi, prajurit TNI juga akan membangun tujuh fasilitas MCK (mandi, cuci dan kakus), serta penyediaan tandon air bersih. Fasilitas itu sangat dibutuhkan para pengungsi dalam beraktivitas sehari-hari.

Seluruh kegiatan di sekitar wilayah Palu Barat berada dalam kendali Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan. Selain membantu pengungsi membangun hunian sementara, pasukan dari Yonif Para Raider 432/WSJ juga melakukan beberapa kegiatan seperti pengamanan, pencarian dan evakuasi korban di Perumnas Balaroa. Kemudian, membantu pengamanan Pasar Masomba dan Pasar Inpres. “Jumlah total pasukan yang ada di Balaroa sekitar 345 personel,” ujarnya.


Editor : Maria Christina