Trauma, Baiq Nuril Menangis di Sidang PK Perdananya di PN Mataram

M. Awaluddin ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 15:34 WIB
Trauma, Baiq Nuril Menangis di Sidang PK Perdananya di PN Mataram

Terdakwa kasus UU ITE, Baiq Nuril menangis saat menjalani sidang perdana peninjauan kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya, Kamis (10/1/2019) di Pengadilan Negeri Mataram. (Foto: iNews/M Awaluddin)

MATARAM, iNews.id - Sidang perdana peninjauan kembali (PK) kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Baiq Nuril Maknun digelar di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (10/1/2019). Diduga lantaran trauma masuk ke ruang pengadilan, Baiq Nuril menangis saat hendak masuk ruang sidang.

Air mata kesedihan Baiq Nuril tidak bisa terbendung saat memasuki ruang sidang PN Mataram, untuk menghadiri sidang perdana pengajuan PK atas kasusnya. Sejumlah kerabat Baiq Nuril yang hadir mencoba menenangkan terdakwa agar tidak larut dalam kesedihan.

Saat ditemui wartawan usai sidang, Baiq Nuril mengaku trauma masuk ke dalam ruang sidang. Dia teringat dengan kejadian dua tahun silam, saat dirinya disidang atas kasus pelanggaran ITE yang kini masih menjeratnya. “Ingat kembali yang dua tahun lalu. Itu yang bikin saya menangis,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Namun demikian, Baiq Nuril optimistis pada sidang kali ini dia bisa bebas dari segala tuntutan. Karena, dirinya memang merasa tidak pernah bersalah dalam kasus yang menjeratnya itu. “Insya Allah, saya optimistis. Saya bisa bebas. Dan terima kasih juga untuk masyarakat yang tetap mendukung saya. Termasuk teman-teman juga. Sidang hari ini berjalan dengan lancar,” katanya.


Tak lupa, Baiq Nuril meminta masyarakat untuk tetap mendoakan dirinya yang tengah berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kasus yang menimpanya. “Saya minta doanya dan semangat untuk terus berjuang mendapatkan keadilan dalam sidang kali ini,” ucapnya.

BACA JUGA:

Baiq Nuril Resmi Laporkan Muslim ke Polisi Terkait Pelecehan Seksual

Kejari Mataram Beri Tenggat Waktu 1 Bulan untuk Baiq Nuril Ajukan PK

Baiq Nuril Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Joko Widodo


Untuk diketahui, kasus UU ITE yang menjerat Baiq Nuril bermula dari pelecehan seksual yang dialaminya dengan pelaku yang diduga mantan Kepala SMA Negeri 7 Mataram, H Muslim. Dugaan pelecehan seksual itu dilakukan melalui telepon yang terekam dan menyebar luas.

Dalam rekaman tersebut Muslim diduga melakukan pelecehan seksual secara verbal dengan menceritakan hal-hal berbau seksual kepada Nuril yang pada saat itu merupakan staf honorer di SMA tersebut. Muslim yang tidak terima rekaman itu beredar lantas melaporkan Baiq Nuril ke polisi pada 2015 lalu. Sementara Baiq Nuril pun akhirnya diberhentikan dari pekerjaannya akibat kasus tersebut.

Kendati sempat divonis bebas oleh Kejaksaan Pengadilan Negeri (PN) Mataram pada 2017 lalu, Baiq Nuril kembali harus menelan pil pahit lantaran Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk memidanakannya selama enam bulan penjara dalam kasus yang sama.

Saat ini, Baiq Nuril tengah berjuang untuk mengajukan peninjauan kembali atas putusan MA yang memvonisnya bersalah. Kasus ini bahkan mencuri perhatian media internasional, seperti New York Times, Media Malaysia, dan Media Jepang. Mereka mengangkat kasus yang menimpa guru honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut sebagai gagalnya hukum di Indonesia.


Editor : Himas Puspito Putra