Update Bentrok 2 Desa di Buton Sultra, 87 Rumah Terbakar dan 600 Warga Mengungsi

Andhy Eba ยท Kamis, 06 Juni 2019 - 11:06 WIB
Update Bentrok 2 Desa di Buton Sultra, 87 Rumah Terbakar dan 600 Warga Mengungsi

Polisi berjaga di Desa Gunung Jaya, Buton, yang dibakar dan diserang warga Desa Sampuabalo. (Foto: iNews/Andhy Eba)

BUTON, iNews.id – Ratusan warga Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengungsi setelah diserang kelompok warga Desa Sampuabalo. Update pada Kamis (6/6/2019), sudah 87 rumah warga Gunung Jaya yang ludes terbakar dan membuat 600-an jiwa mengungsi.

Pantauan iNews, ratusan warga Desa Gunung Jaya ini mengungsi ke Desa Laburunci. Tidak banyak barang berharga yang dapat diselamatkan karena mereka lebih memprioritaskan keselamatan diri saat bentrokan terjadi.

“Warga kami semua lari mengungsi ke hutan. Tidak ada yang bertahan di kampung. Saya bawa anak-anak, karena mereka (warga Desa Samnpuabalo) datang mengamuk dan menyerang membawa parang,” ujar Mira, warga Gunung Jaya, Kamis (6/6/2019).


Sementara itu, Bupati Buton La Bakry meminta agar semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi. Fokus saat ini untuk membantu penanganan warga yang mengungsi.

“Kami sudah koordinasikan untuk penanganan pengungsi yang dipusatkan pada tiga lokasi desa terdekat. Seperti di Pasarwajo, Banabungi dan Laburunci. Kami mendata ada sekitar 600-an warga yang mengungsi. Prioritas kami saat ini membantu distribusi bantuan darurat untuk mereka,” kata Bupati La Bakry.


BACA JUGA:

Bentrokan Warga 2 Desa di Buton, 56 Rumah Hangus Dibakar dengan Bom Molotov

Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Buton, Dipicu Suara Knalpot Motor


Dia mengungkapkan, pemerintah daerah menyerahkan penanganan bentrokan tersebut kepada polisi agar segera diatasi sehingga daerah mereka kembali aman dan kondusif. Situasi di lokasi juga telah kondusif dengan banyaknya aparat yang berjaga-jaga.

Diketahui, bentorkan ini terjadi pada Rabu (5/6/2019) pukul 14.30 Wita. Informasi awal, bermula saat pemuda Desa Sampuabalo berkonvoi menggunakan motor knalpot bising melintas di Desa Gunung Jaya pada Selasa (4/6/2019) sekitar pukul 20.00 Wita.

Warga Desa Gunung Jaya merasa terganggu dengan suara bising knalpot motor puluhan pemuda tersebut. Beberapa menit kemudian, puluhan pemuda yang melakukan konvoi kembali.

Di pertigaan Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, puluhan pemuda yang melakukan konvoi berteriak. Selanjutnya terjadi pelemparan ke arah rumah-rumah warga di Desa Gunung Jaya hingga akhirnya terjadi keributan.

Pertikaian berlanjut lagi pada Rabu (5/6/2019) pukul 14.30 Wita. Warga Desa Sampuabalo mendatangi Desa Gunung Jaya. Mereka melempari rumah-rumah warga menggunakan bom molotov hingga menyebabkan puluhan rumah terbakar.


Editor : Donald Karouw