Usai Gempa, Banjir Lumpur Terjang Belasan Rumah di Dolo Sulteng

Antara ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 19:22 WIB
Usai Gempa, Banjir Lumpur Terjang Belasan Rumah di Dolo Sulteng

Warga beraktivitas di pengungsian di Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Sabtu (13/10/2018). Pascagempa, belasan rumah di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, diterjang banjir lumpur. (Foto: Antara)

SIGI, iNews.id – Pascagempa bumi, belasan rumah penduduk di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diterjang banjir lumpur menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan Sabtu (13/10/2018), kebanyakan rumah warga rusak akibat tertimbun lumpur berpasir. Bahkan, sepanjang sekitar 100 meter badan jalan di wilayah itu juga tertimbun lumpur setinggi sekitar 1 meter.

Dinas teknis langsung melakukan normalisasi dengan membersihkan badan jalan yang tertimbun lumpur pasir dan berbagai limbah kayu sehingga arus lalu lintas tetap berjalan lancar. “Sudah tertimpah gempa, dihajar lagi dengan lumpur,” keluh Sabaruddin, salah seorang warga Dolo yang mengaku rumahnya juga ikut tertimbun lumpur.

Dia mengatakan, lumpur yang menimbun beberapa rumah di wilayah tersebut diakibatkan hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sigi beberapa hari terakhir ini.

BACA JUGA:

Masih Trauma, Pengungsi Gempa Asal Petobo di Sigi Enggan Pulang

Takut Ada Gempa Susulan, 190.180 Warga Sigi Bertahan di Pengungsian

Kecamatan Dolo merupakan wilayah yang cukup parah terdampak gempabumi yang terjadi pada 28 September 2018. Di wilayah itu, ada ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat gempabumi yang mengguncang empat daerah di Sulteng dan menimbulkan tsunami di dua wilayah, yakni Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Di Kabupaten Sigi, sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD), gempa bumi memorak-porandakan bangunan rumah, sekolah, gereja masjid, kantor pemerintah, balai desa dan infranstruktur jalan, jembatan, listrik dan jaringan irigasi serta jaringan telekomunikasi di 12 dari 16 kecamatan yang ada di daerah itu.

Berdasarkan data BPBD, tercatat jumlah korban jiwa di Kabupaten Sigi akibat gempabumi lebih 200 orang. “Itu baru data sementara,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sigi, Gayus Sampe.

Dari 12 kecamatan di Sigi yang diterjang gempa, Kecamatan Sigibiromaru merupakan kecamatan yang terparah. Bahkan, ada satu dusun di Desa Jonoge hilang bagai ditelan bumi. Tidak ada satu pun bangunan penduduk yang bebas dari kerusakan. Badan jalan sepanjang sekitar 3 kilometer di desa itu juga lenyap.

Jalur antara Desa Jonoge dan Sidera putus total karena badan jalan sudah hilang. Kini, jalan berubah menjadi lahan kebun jagung dan beberapa pohon kelapa muncul berdiri kokoh. Tidak diketahui dari mana asalnya kebun jagung dan pohon kelapa itu.


Editor : Maria Christina