Usai Pencarian Besar-Besaran, BNPB Imbau Jangan Cari Korban Sendirian

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 17:07 WIB
Usai Pencarian Besar-Besaran, BNPB Imbau Jangan Cari Korban Sendirian

Prajurit TNI mengibarkan Bendera Merah Putih saat mengevakuasi salah satu jenazah korban bencana likuifaksi di Petobo Palu, Sulteng, Rabu (10/10/2018). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Masa pencarian dan evakuasi korban gempa bumi dan tsunami di sejumlah daerah di Sulteng akan berakhir Jumat (12/10/2018). Penambahan waktu ini sesuai dengan permintaan dari masyarakat.

Namun usai pencarian secara besar-besaran tersebut, proses evakuasinya akan dihentikan. Hanya saja, proses tanggap bencana masih akan tetap berjalan dan diperpanjang hingga 14 hari ke depan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau, jika masih ada masyarakat yang tetap ingin melanjutkan pencarian diharapkan tidak melakukan secara mandiri.

“Jika masih ada warga yang mencari korban dan sebagainya, kami imbau untuk tidak melakukan secara mandiri karena kondisi jenazah sudah rusak dan berpotensi menimbulkan penyakit,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11/10/2018).


BACA JUGA:

Renggut Ribuan Nyawa, BNPB: Ketinggian Tsunami Palu Capai 11,3 Meter

210 Rumah Warga di Pulau Sapudi Madura Rusak akibat Gempa 6,4 SR

Masa Tanggap Darurat Bencana Sulawesi Tengah Diperpanjang 14 Hari


Dia menyebutkan, masih terjadi gempa susulan yang tercatat sudah sebanyak 552 kali hingga pukul 13.00 WIB siang ini. Namun getaran yang dirasakan masyarakat hanya sebanyak 17 kali.

"Kalau kami lihat trennya semakin menurun menuju kestabilan. Kita berharap tidak ada gempa-gempa besar yang menyusul,” ucapnya.

Sutopo menuturkan, bencana ini merenggut 2.073 korban jiwa. Sebanyak 994 jenazah dikuburkan secara massal dan 1.079 dikebumikan oleh pihak keluarga.

"Saat ini 10.679 korban luka-luka menjalani perawatan di rumah sakit. Ada 680 orang yang dilaporkan hilang. Jumlah pengungsi 87.725 jiwa, tersebar di 112 titik pengungsian, serta 67.310 bangunan dan rumah rusak," tuturnya.


Editor : Donald Karouw