Video Siswa SMK Tusuk Guru Viral, Korban Sempat Mohon Pelaku Berhenti Menganiaya

Jefry Langi ยท Selasa, 22 Oktober 2019 - 18:09 WIB
Video Siswa SMK Tusuk Guru Viral, Korban Sempat Mohon Pelaku Berhenti Menganiaya

Guru korban penusukan masih sempat berdiri dan berjalan ke arah motornya usai ditusuk 14 kali oleh siswanya di Manado, Sulut. (Foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Rekaman detik-detik siswa SMK Ichthus Manado menusuk gurunya berkali-kali hingga tewas beredar luas di media sosial (medsos). Dalam video pendek berdurasi 30 detik, pelaku berinisal FL (sebelumnya disebut FF) menyerang korban dengan senjata tajam jenis pisau hingga 14 kali tusukan.

Dalam tayangan, korban Alexander Pangkey (54) tampak berupaya beberapa kali menepis tusukan dari pelaku. Namun beberapa serangan lolos dan mengenai tubuh korban di bagian dada, perut dan punggung.

Dengan kondisi tak berdaya, korban yang sudah terjatuh sempat memohon pelaku untuk menghentikan penganiayaan. Namun pelaku justru mengeluarkan kata-kata makian.

BACA JUGA: Video Amatir Tunjukkan Detik-Detik Siswa SMK di Manado Tikam Gurunya Bertubi-tubi

Puas melampiaskan perbatannya, pelaku mundur dan menghilang dari rekaman video. Sementara korban, meski dalam kondisi terluka parah masih dapat berdiri dan berjalan tegak menuju motornya yang tergeletak di tengah jalan depan sekolah.

Kemudian tampak seorang guru perempuan mendekati korban dan menanyakan kondisinya. Korban lantas meminta untuk dibawa ke rumah sakit.

Rekaman video yang viral ini pun mengundang kecaman dan amarah warganet. Mereka murka dan geram melihat aksi sadistis pelaku. Warganet meminta polisi menghukum pelaku setimpal dengan perbuatannya.

BACA JUGA: Guru yang Ditikam Siswa SMK 14 Tusukan di Manado Akhirnya Meninggal setelah Dirawat 10 Jam

Sementara Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel menegaskan, pelaku disangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dia diancam dengan kurungan penjara 20 tahun dan maksimal seumur hidup.

“Proses hukumnya masih berjalan. Pelaku saat ini sudah kami tahan,” ujarnya, Selasa (22/10/2019).

Sebelumnya, kasus ini bermula saat pelaku datang terlambat ke sekolah dan dihukum gurunya pada Senin (21/10/2019) pagi. Usai menjalani hukuman, pelaku merokok di dalam lingkungan sekolah dan ditegur korban.

Pelaku kemudian pulang ke rumah dan mengambil pisau. Dia kembali ke sekolah yang berada di Kecamatan Mapanget kemudian menyerang gurunya. Korban sempat menjalani pemeriksaan intensif selama 10 jam di RSUP Prof RD Kandou hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.


Editor : Donald Karouw