Viral Gadis 16 Tahun di NTT Disiksa Keji dan Digantung Gegara Dituduh Curi Perhiasan

Stefanus Dile Payong ยท Jumat, 01 November 2019 - 15:54 WIB
Viral Gadis 16 Tahun di NTT Disiksa Keji dan Digantung Gegara Dituduh Curi Perhiasan

Polres Beru saat jumpa pers penetapan tujuh tersangka persekusi yang menyiksa remaja perempuan karena dituduh mencuri. (Foto: iNews/Stefanus Dile Payong)

ATAMBUA, iNews.id – Jagat maya dibuat gempar dengan video penyiksaan sekelompok warga terhadap gadis berusia 16 tahun yang viral di media sosial. Rekaman video pendek kekejian warga ini terjadi di Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dalam tayangan gambar, tampak kedua tangan remaja perempuan tersebut diikat ke belakang menggunakan tali tambang plastik. Kemudian talinya dikaitkan dengan kuda-kuda atap bangunan posyandu desa setempat dan ditarik seperti katrol oleh seorang pria yang belakangan diketahui sebagai kepala dusun.

Aksi penyiksaan ini dilakukan di tempat umum dan menjadi tontonan warga satu kampung, dari anak kecil hingga dewasa. Korban tampak dicecar sejumlah pertanyaan dan hanya dapat menangis. Beberapa kali oknum kepala dusun menarik tali hingga korban dari posisi duduk di kursi plastik sampai harus berdiri karena menahan rasa sakit akibat digantung pada bagian siku lengannya.

BACA JUGA: Fikri, Santri Peramal Prabowo Jadi Menteri Segera Kembali Mondok di Ponpes Tegalrejo

Tak sampai di situ, dalam kondisi dipermalukan, beberapa pria dewasa melakukan pemukulan dan penamparan. Bahkan ada yang menendang korban dari arah belakang. Penyiksaan keji yang dialami korban ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit.

Kasat Reskrim Polres Belu AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar membenarkan jika peristiwa tersebut terjadi di Desa Babulu. Polisi yang mendapat laporan setelah videonya viral pun telah menangkap tujuh warga yang terlibat penyiksaan.

“Ketujuh warga yang ikut dalam persekusi telah kami tetapkan sebagai sebagai tersangka,” ujar Sepuh Ade, Kamis (31/10/2019).

Dia mengungkapkan, kronologi kejadian ini berawal saat sejumlah warga menuduh korban telah mencuri perhiasan pada 17 Oktober silam. Mereka kemudian membawanya ke bangunan posyandu dan mulai menghakiminya.

“Jadi warga ini menuduh korban mencuri perhiasan. Tanpa ada alasan dan bukit yang kuat mereka menghakiminya. Korban ini tidak mengaku, namun karena sudah tak tahan disiksa dia akhirnya mengaku hingga para pelaku melepasnya,” katanya.

Selain menetapkan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa kursi, tali dan beberapa potongan kayu yang di gunakan para pelaku untuk menghukum korban. Mereka disangkakan dengan Pasal 80 Ayat 1 juncto Pasal 76 Ayat c Undang Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Pasal 170 Ayat 1 dan 2 ke 1e KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw