Viral, Keluarga Bawa Jenazah ke Lapas karena Tahanan Tak Diizinkan Ikut Pemakaman Ayahnya

Nanang Fahrurozi ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 16:03 WIB
Viral, Keluarga Bawa Jenazah ke Lapas karena Tahanan Tak Diizinkan Ikut Pemakaman Ayahnya

Suasana haru terlihat saat ND menangis melihat jenazah ayahnya yang dibawa ke Lapas Kelas II B Bangko Kabupaten Merangin, Jambi, Jumat (29/11/2019). (Foto: iNews/Nanang Fahrurozi)

MERANGIN, iNews.id – Gara-gara pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bangko Kabupaten Merangin, Jambi, tidak memberikan izin kepada seorang tahanan untuk mengikuti pemakaman ayahnya, keluarga nekat membawa jenazah sang ayah ke lapas. Foto-foto saat keluarga membawa jenazah agar bisa dilihat tahanan berinisial ND itu viral di media sosial.

Dalam foto-foto tersebut terlihat, mobil jenazah masuk ke dalam Lapas Kelas II B Bangko pada Sabtu 30 November lalu. Di dalam mobil, para kerabat ND, tahanan Pengadilan Negeri (PN) Merangin yang dititipkan di lapas itu juga tampak di sisi kanan dan kiri jenazah almarhum.

Suasana duka dan penuh haru terlihat jelas di dalam mobil. ND yang merupakan tahanan kasus narkoba itu, akhirnya bisa melihat jenazah ayahnya terakhir kali. Dia menangis sedih dan memeluk jenazah ayahnya. Peristiwa ini membuat masyarakat Merangin heboh dan terharu.

 

BACA JUGA:

Pengemudi Ojol di Padang Ramai-Ramai Larikan Jenazah Bayi 6 Bulan yang Ditahan Rumah Sakit

Viral Video Pria di Tangerang Bopong Jenazah Bocah Korban Tenggelam

 

Kepala Lapas Kelas II B Bangko Suroto mengakui ada jenazah yang dibawa keluarga agar salah satu tahanan di sana bisa melihat almarhum ayahnya sebelum dimakamkan. Kondisi itu terjadi karena pihaknya tidak berwenang memberikan izin kepada tahanan untuk keluar dari lapas dan tidak ada izin dari PN setempat.

“Karena tidak ada izin dari PN Merangin juga, kami tidak berwenang mengeluarkan izin, jenazahnya dibawa kemari lah supaya ND ini bisa ketemu dengan almarhum ayahnya terakhir kali,” katanya, Selasa (3/12/2019).

Sementara itu, Ketua PN Merangin Aminuddin mengatakan, pada Sabtu pagi lalu, memang ada empat orang yang menemui dirinya di rumah. Namun, karena hari itu merupakan hari libur dan kantor tutup, dia tidak bisa mengurus administrasi agar tahanan berinisial ND itu bisa melihat pemakaman ayahnya.

Aminuddin lalu berusaha menghubungi pihak lapas melalui telepon seluler (ponsel). Namun, tidak ada jawaban. Dia menyarankan kepada pihak keluarga agar menemui pihak lapas untuk memberikan izin kepada ND agar bisa melihat prosesi pemakaman orang tuanya dan dengan alasan kemanusiaan. “Minta tolong sebentar saja untuk prosesi pemakaman,” ujarnya.

Menurut Aminuddin, seharusnya pihak lapas memberikan izin kepada ND untuk menghadiri pemakaman ayahnya. Sebab, di lapas juga ada polisi jaga yang bisa mengawal yang bersangkutan selama mengikuti pemakaman hingga kembali lagi ke lapas.


Editor : Maria Christina