Viral Siswi SMP Dianiaya 3 Senior di Gorontalo, Pemicunya Rebutan Laki-Laki

Zainal Ahmad ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 16:49 WIB
Viral Siswi SMP Dianiaya 3 Senior di Gorontalo, Pemicunya Rebutan Laki-Laki

Salah satu rekaman gambar video viral siswi SMP dianiaya senior di Kota Gorontalo. (Foto: iNews/Zainal Ahmad)

GORONTALO, iNews.id – Jagat maya kembali dikejutkan dengan beredarnya video penganiayaan dengan korban siswi SMP oleh seniornya di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kasus rekaman yang viral di media sosial (medsos) itu kini sudah dalam penanganan pihak sekolah.

Dalam video, tampak seorang siswi diintimidasi para seniornya. Ada dua orang yang melakukan kekerasan fisik seperti memukul dan menendang. Sementara yang lain merekam dan melakukan kekerasan verbal.

Korban bahkan tampak memohon sambil menangis agar tidak dipukul, namun mereka tetap menganiayaya. Belakangan diketahui, korban merupakan siswi kelas VII SMPN 3 Kota Gorontalo. Sementara pelaku kekerasan yakni seniornya satu tingkat yang duduk di kelas VIII.

BACA JUGA: Viral, Pria di Tana Toraja Sulsel Mengaku sebagai Nabi dan Rasul Terakhir

Setelah viral, orangtua korban yang melihat dan mendengar langsung keterangan anaknya sangat tak terima. Dia keberatan dengan perlakukan teman-teman korban dan melapor ke pihak sekolah.

“Anak saya dikeroyok. Dia bilang ada delapan orang, tiga yang menganiaya, lainnya menonton. Satu orang memukul, seorang menendang dan satu lagi mengancam,” ujar Sartika, ibu korban, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, pemicu hanya soal kesalahpahaman urusan anak muda. Namun dia tak terima dengan perlakuan yang diterima oleh para seniornya. Mereka menganiaya anaknya di jalanan perumahan daerah Kelurahan Wongkaditi Barat

“Saya sangat keberatan, makanya datang melapor,” katanya.

Kepala SMPN 3 Kota Gorontalo  Kasim Danial mengakui jika video yang viral tersebut dilakukan oleh peserta didik di sekolahnya. Namun dia mengaku belum melihat utuh video tersebut.

“Saya sudah menerima laporannya. Kami masih akan mengundang mereka yang ada di video untuk klarifikasi,” ujarnya.

Informasi yang dia terima, kejadian ini dipicu masalah asmara. Para senior ini tak terima korban dekat dengan laki-laki yang merupakan pacar salah satu pelaku penganiayaan.

 “Jadi pacar dari siswi kelas VIII ini mengirim pesan ke korban di media sosial. Kecemburuan ini yang diduga menjadi pemicu,” katanya.

Menurutnya, jika terbukti bersalah, pihak sekolah akan memberikan sanksi tegas kepada para siswi yang melakukan penganiayaan. Sementara korban masih mengeluh sakit di beberapa bagian tubuh dan trauma akibat kejadian penganiayaan yang menimpanya.


Editor : Donald Karouw