Viral Tanah Longsor Mirip Likuefaksi di Tana Tidung Kaltara, 6 Alat Berat Tertimbun

Antara, Donald Karouw ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 01:31 WIB
Viral Tanah Longsor Mirip Likuefaksi di Tana Tidung Kaltara, 6 Alat Berat Tertimbun

Detik-detik pergerakan tanah longsor mirip likuefaksi di lokasi pertambangan di Kabupaten Tana Tidung, Kaltara. Video ini viral hingga Rabu (30/10/2019). (Foto: Istimewa)

TANJUNG SELOR, iNews.id – Video tanah longsor yang mirip dengan fenomena likuefaksi atau pencairan tanah, viral di media sosial. Informasi yang beredar di Facebook dan WhatsApp, lokasi kejadian di wilayah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dalam video viral berdurasi 0,21 detik terlihat tanah di lokasi tambang yang tiba-tiba bergerak, mirip pencairan tanah atau likuefaksi. Alat berat yang berada di sekitar lokasi, langsung tertimbun. Dalam video juga terdengar suara orang berteriak karena kaget melihat fenomena itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor diduga terjadi di konsesi tambang PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN), pada Selasa, 29 Oktober 2019, pukul 08.15 Wita di site Bebatu Kabupaten Tana Tidung, tepatnya di akses jalan tambang dari disposal menuju pit 9 Utara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian mirip likuifaksi itu. Namun, ada enam unit alat berat yang tertimbun.

 

BACA JUGA:

BPBD Ungkap Potensi Likuifaksi di Kota Padang, Warga Diminta Lakukan Antisipasi Bencana

Banjir-Longsor Terjang Batubara dan Langkat akibat Hujan Deras, Warga Mengungsi

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, M Pandi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian dalam video viral itu. Namun, tim BPBD masih memastikan kejadian tersebut ke lapangan.

“Belum banyak yang bisa saya terangkan karena tim masih melakukan investigasi. Kami berharap agar warga lebih hati-hati menghadapi ancaman bencana di musim pancaroba ini,” katanya.

Detik-detik pergerakan tanah longsor mirip likuefaksi di lokasi pertambangan di Kabupaten Tana Tidung, Kaltara. Video ini viral hingga Rabu (30/10/2019). (Foto: Istimewa)

 

Sementara itu, Pemkab Kaltara belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian itu. Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup Kaltara serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung, masih melakukan investigasi.

Salah seorang pejabat di Dinas Lingkungan Hidup Kaltara berjanji memberikan keterangan lengkap hasil investigasi besok Kamis.


Editor : Maria Christina