Viral Video Relawan Diusir dari Kantor Bappeda Sulteng, Ini Kata BNPB

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:59 WIB
Viral Video Relawan Diusir dari Kantor Bappeda Sulteng, Ini Kata BNPB

Salah satu potongan dalam video menunjukkan para relawan BPBD yang mendirikan tenda di depan Kantor Bappeda Sulteng bersiap-siap pindah. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Video mengenai pengusiran tenda-tenda relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kota Palu viral di media sosial hingga hari ini. Menyikapi hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kejadian itu bukan pengusiran.

Dalam video yang viral, relawan yang merekam video menyebutkan, Kepala Bappeda Jufri Rahman mengusir relawan-relawan BPBD agar pindah ke tempat lain. Pengusiran itu terjadi karena banyak barang yang hilang di kantor Bappeda. Relawan tersebut juga menanyakan pendapat relawan lain yang sedang membereskan tenda untuk pindah ke lokasi lain.

“Teman-teman dari BPBD se-Indonesia dan relawan-relawan, kami di sini diusir sama pemerintah, kami ini dituduh mencuri. Sampai-sampai kami diusir, disuruh pindah, padahal niat kami kan ke sini baik, membantu warga Palu. Yang kami dapat malah balasannya ya diusir, dituduh mencuri. Tolong diviralkan. Ini kantor Bappeda Sulawesi Tengah,” kata salah seorang relawan yang berbicara dalam video itu.

BACA JUGA:

Gempa Susulan 5,2 SR Putuskan Jalan Utama di Sigi, 2 Desa Terisolasi

BNPB: Jumlah Korban Tewas Gempa Sulteng 2.010 Jiwa

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, telah mengonfirmasi keluhan relawan dalam video viral itu kepada beberapa pihak. Para relawan bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi dan halaman kantor Bappeda Sulteng yang akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pascagempa dan tsunami di Sulteng, beberapa relawan memang mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulteng. Di bagian belakang kantor Bappeda ada relawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan dan mereka mendirikan dapur umum. Sementara BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Bolsel, dan BPBD Bitung, berada di halaman depan Kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lain. Mereka mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana.

Menurut informasi dari BPBD Provinsi Sulteng, terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Pascagempa, memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu, khususnya kondisi H+2, Senin (1/10/2018) yang agak rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal.

“Justru adanya kehadiran relawan sejak H+3 (2/10/2018) dengan mendirikan tenda-tenda relawan BPBD dan lainnya ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal. Pascagempa kondisi kantor kosong karena pegawainya tidak masuk kantor,” kata Sutopo dalm keterangan yang diterima, Rabu (10/10/2018).

Terkait dengan kehilangan barang tersebut, kepala Bappeda sudah melapor ke gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Maka, diambil keputusan untuk mengosongkan halaman halaman Kantor Bappeda. Selanjutnya BPBD Provinsi Sulteng sudah mengajak relawan-relawan dari BPBD Provinsi Sulut dan Bolsel untuk bergeser ke halaman kantor BPBD Provinsi Sulteng.

“Gubernur Sulteng juga mengatakan tidak ada istilah diusir. Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulteng untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018,” paparnya.

Menurut gubernur, Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi. Selain itu sejak ASN aktif, maka semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan. Perintah gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda.

Sutopo mengatakan, gubernur Sulteng juga mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se-Indonesia yang hadir ke Palu dan membantu korban bencana. Rasa panggilan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Sulteng yang tertimpa bencana benar-benar diperlukan oleh masyarakat. Gubernur Sulteng dan masyarakat Sulteng mengucapkan terima kasih kepada relawan dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sulteng.

“Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat, dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” kata Sutopo.


Editor : Maria Christina