Wabup Konawe Sebut Rp5 Miliar Lebih Dana Desa 3 Desa Siluman Mengendap di Kas Daerah

Febriyono Tamenk ยท Kamis, 07 November 2019 - 09:58 WIB
Wabup Konawe Sebut Rp5 Miliar Lebih Dana Desa 3 Desa Siluman Mengendap di Kas Daerah

Suasana di Desa Rowua, Kabupaten Konawe, Sultra, Kamis (7/11/2019). Sebagian warga Desa Morehe pindah ke desa ini karena tidak ada lagi pemerintahan desa di sana. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KONAWE, iNews.idDana desa miliaran rupiah yang dikucurkan Kementerian Desa di tiga desa yang disebut desa siluman sejak tahun 2015 hingga 2018, hingga kini masih mengendap di kas daerah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Jumlahnya mencapai Rp5.084.543.000, terhitung sejak tahun 2015-2018.

Tiga desa yang diduga pemerintah pusat "desa siluman" dan menjadi perhatian masyarakat luas tersebut berada di dua kecamatan. Desa Uepai dan Desa Morehe berada di Kecamatan Uepai, serta Desa Ulumeraka yang berada di Kecamatan Lambuya.

Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara menilai, istilah desa siliuman untuk tiga desa di Kabupaten Konawe, dinilai tidak tepat. Menurutnya, masalah itu terjadi karena ada kesalahan input yang dilakukan oleh Kementerian Desa.

 

BACA JUGA:

Polisi Periksa 57 Saksi Kasus Desa Siluman Penerima Bantuan di Konawe Sultra

Satgas Temukan Desa Siluman di Konawe yang Terima Dana Desa sejak 2015

 

Gusli mencontohkan Desa Morehe yang seharusnya masih masuk di wilayah Konawe. Namun, desa itu justru sekarang sudah masuk wilayah administrasi Kabupaten Kolake Timur. Perubahan status administrasi desa itu dinilai telah merugikan Pemkab Konawe.

“Kami keberatan juga, wilayah kami kok hilang. Morehe ini sudah masuk di Kabupaten Kolaka Timur koordinatnya, padahal secara kultur Morehei itu masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Konawe, baik masa sekarang maupun Konawe masa kuno, rugi kita,” kata Gusli, Kamis (7/11/2019).

Gusli mengakui, sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, Kementerian Desa telah mengucurkan anggaran dana desa untuk tiga desa itu melalui Pemkab Konawe. Namun, karena ada perubahan administrasi status desa yang tidak lagi berada di wilayah Kabupaten Konawe, dana desa itu tidak disalurkan dan saat ini masih mengendap di kas daerah. Belakangan, tiga desa yang mendapat alokasi dana desa dinilai sebagai desa fiktif atau desa siluman.

“Dana desa yang bersangkutan sudah disuruh diberhentikan, makanya dananya itu sekarang masih dititip di kas daerah. Jumlahnya Rp5.084.543.000 dari 2015 sampai 2018 untuk tiga desa itu,” kata Gusli.

Sementara itu, warga yang dulunya tinggal di Desa Morehe telah banyak yang berpindah ke Desa Rawua di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. Pasalnya, tidak ada lagi aktivitas pemerintahan desa di Morehe yang masuk dalam daftar dugaan desa siluman itu.

Perpindahan warga dari Desa Morehe ke Desa Rowua ini terjadi sejak tahun 2007. Karena di sana sudah tak ada lagi pemerintahan desa, warga kesulitan untuk mengurus administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Keluarga (KK), dan lainnya.

Desa tersebut juga sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Kolaka Timur, setelah dimekarkan dari Kabupaten Induk Kolaka. “Sekarang sudah ada hampir separuh warga Desa Morehe di Desa Rowua dan separuh lagi masih di sana karena masih banyak juga punya kebun coklat di sana. Tapi identitas masih warga Desa Morehe, belum ganti data di KTP,” kata warga warga Desa Morehe yang berada di Desa Rowua, Adi Candra.


Editor : Maria Christina