Wakilnya Ngamuk saat Pelantikan, Bupati Morowali Utara Minta Maaf

Antara ยท Selasa, 13 Februari 2018 - 17:08 WIB
Wakilnya Ngamuk saat Pelantikan, Bupati Morowali Utara Minta Maaf

Pegawai dan warga mengamankan Wakil Bupati Morowali Utara yang mengamuk saat pelantikan pejabat eselon III dan IV di Kolonodale, Jumat, 9 Februari 2018. (Foto: iNews)

PALU, iNews.id – Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), Aptripel Tumimomor memohon maaf kepada masyarakat di daerahnya atas insiden mengamuknya Wakil Bupati Asrar Abdul Samad pada acara pelantikan pejabat eselon III dan IV di Kolonodale, Jumat, 9 Februari 2018. Menurutnya kejadian itu telah membuat malu masyarakat Morowali Utara.

“Kepada masyarakat Morowali Utara, saya menyampaikan permohonan maaf dan saya juga kepada bapak gubernur Sulteng karena sudah merepotkan beliau akibat kejadian ini,” katanya kepada wartawan di Hotel Best Western Coco Palu, Selasa (13/2/2018).

Sejak kejadian tersebut hingga sekarang ini, Bupati Aptripel mengaku belum menjalin komunikasi dengan wakilnya Asrar Abdul Samad. Dia telah melaporkan insiden memalukan tersebut kepada Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Sementara di tempat yang sama, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengaku sedang berupaya mendamaikan kedua belah pihak. “Islah pasti. Pak bupati prinsipnya mau menerima. Cuma sekarang wakil bupatinya saya masih terus coba hubungi,” ujarnya.

Gubernur mengaku sudah berulang kali mencoba menelepon Asrar Abdul Samad, namun telepon selulernya tidak aktif. “Saya juga SMS untuk minta bicara dengan dia, tapi dia belum balas sampai sekarang,” katanya.

Gubernur Longki Djanggola sebelumnya mengatakan, peristiwa itu sangat memalukan pemerintah dan masyarakat daerah itu. Kejadian tersebut menjadi potret pemimpin yang tidak bisa mengendalikan diri.

Terkait proses hukum setelah kejadian tersebut, Aptripel Tumimomor mengaku sudah menyerahkan penanganannya kepada penasihat hukumnya. “Berkas laporannya sudah saya serahkan kepada penasihat hukum saya. Nanti selanjutnya silakan tanyakan dengan dia,” katanya.

Menurut dia, pernyataan-pernyataan Wakil Bupati Asrar Abdul Samad saat itu sudah sangat keterlaluan dan merusak nama baiknya, khususnya di mata masyarakat Morowali Utara. “Itu semua tidak benar. Tidak ada yang namanya fee 15 persen itu. Tidak ada proyek yang saya mainkan. Saya ini tidak urus proyek karena yang urus proyek adalah kepala Oerganisai Pemerintah Daerah (OPD),” katanya.

Dia berharap dalam proses hukum nanti, Wabub Asrar bisa mempertanggungjawabkan semua fitnah yang disampaikannya dengan berteriak-teriak di depan umum.

Wakil Bupati Morowali Utara Asrar Abdul Samad, melampiaskan kemarahannya di tengah jalannya upacara pelantikan pejabat Eselon III yang dipimpin Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, di Kantor Bupati Morowali Utara di Kolonodale, Jumat, 9 Februari 2018.

Saat protokoler sedang membacakan Surat Keputusan (SK) bupati, Asrar yang duduk berdampingan dengan Bupati Aptripel Tumimomor tiba-tiba berdiri dan turun dari panggung. Dia kemudian bergegas menuju protokoler yang sedang membacakan SK tersebut, lalu merampas naskah SK dan merobek-robeknya di depan hadirin sambil berteriak-teriak, hentikan pelantikan ini.

Setelah merobek-robek SK para petugas keamanan dari kepolisian, TNI dan Satpol Pamong Praja mengamankan Asrar dan menggiringnya ke ruang kerjanya. Lalu di dalam ruang kerjanya di lantai dua kantor bupati, Asrar melemparkan foto bupati lewat jendela dan jatuh di jalan aspal depan kantor bupati dan pecah.

Belum puas melampiaskan emosinya, Asrar pergi lagi ke depan ruang pelantikan pejabat dan berteriak-teriak kembali, segera hentikan pelantikan. Dia kemudian diamankan petugas dan membawanya kembali ke rumah jabatan wakil bubati. Saat melintas di teras utama depan kantor bupati, Asrar menendang mobil dinas bupati jenis Toyota Fortuner sehingga pintu tengahnya penyok.

Video Editor: Khoirul Anfal



Editor : Maria Christina