Warga 2 Desa di Kabupaten Buton Sultra Bentrok, Puluhan Rumah Hangus Terbakar

Andhy Eba ยท Rabu, 05 Juni 2019 - 19:58 WIB
Warga 2 Desa di Kabupaten Buton Sultra Bentrok, Puluhan Rumah Hangus Terbakar

Sejumlah polisi berjaga-jaga di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), pascabentrokan dua warga desa yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar, Rabu (5/6/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)

BUTON, iNews.id – Suasana Hari Raya Idul Fitri di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), ternoda dengan bentrokan antara warga dua desa, yakni Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo. Dalam bentrokan itu, puluhan rumah di Desa Gunung Jaya hangus terbakar, Rabu (5/6/2019) sore.

Informasi yang diperoleh iNews, bentrokan terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Namun, belum diketahui pemicu bentrokan melibatkan puluhan warga hingga aksi pembakaran rumah.

Dari sejumlah video amatir dan foto-foto yang beredar luas di media sosial, terlihat sejumlah warga membawa senjata tajam berada di lokasi bentrokan. Warga juga berteriak-teriak di lokasi melampiaskan kemarahannya.


BACA JUGA: Ormas dan Warga Bentrok di Magelang, Polisi Lepaskan Gas Air Mata


Sementara api tampak membakar banyak rumah warga di Desa Gunung Jaya. Hingga Rabu sore, rumah yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 40 unit. Pasar tradisional di desa tersebut juga tidak luput dari amukan massa.

Pemkab Buton menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk memadamkan api. Namun, petugas kewalahan karena jumlah rumah yang terbakar cukup banyak.

Puluhan polisi melakukan pengamanan di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sultra, pascabentrokan warga dua desa, Rabu sore (5/6/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)


Informasi di lapangan, sejumlah polisi dari Polsek Sampoabalo dan polsek-polsek tetangga serta dari Polres Buton telah diturunkan untuk melakukan pengamanan yang dipimpin oleh Wakapolres Buton Kompol Arnaldo Von Bulow.

Namun, pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait bentrokan antarkampung itu karena masih fokus melakukan pengamanan.


Editor : Maria Christina