Warga Bengkulu Rekam Aktivitas Pekerja Asing Ilegal di PLTU Bengkulu

Antara · Rabu, 12 Juni 2019 - 16:31 WIB
Warga Bengkulu Rekam Aktivitas Pekerja Asing Ilegal di PLTU Bengkulu

Para pekerja asing diduga ilegal. (Foto: Dok iNews).

BENGKULU, iNews.id - Warga di Teluk Sepang, Kota Bengkulu merekam video beberapa pekerja asing diduga ilegal sembunyi di tepi pantai. Mereka disebut sedang bersembunyi saat ada razia dari petugas Imigrasi Bengkulu pada proyek PLTU.

"Ada puluhan orang terbagi dua kelompok yang kami lihat sendiri keluar dari tempat persembunyian untuk menghindari razia,' kata Irwan, seorang warga yang menyaksikan para pekerja asing sembunyi, Rabu (12/6/2019).

Mereka diduga bekerja di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara milik PT Tenaga Listrik Bengkulu. Saat ada razia, mereka bersembunyi di di bawah semak-semak sekitar lentera hijau dekat lokasi proyek.

Menurut Irwan, kejadian serupa sudah sering terjadi di mana para pekerja asing tersebut mengamankan diri ke tepi pantai untuk menghindari pemeriksaan petugas.

"Setiap ada razia baik dari Imigrasi maupun Disnaker selalu ada pekerja asing yang sembunyi ke pinggir pantai," ujarnya.

BACA JUGA: 4 Pekerja Tersetrum saat Pindahkan Baliho di Sampit, 1 Tewas

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal membenarkan adanya razia dari Kantor Imigrasi Bengkulu bersama sejumlah petugas keimigrasian dari Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu.

"Benar ada razia gabungan pagi tadi di lokasi proyek PLTU batu bara Teluk Sepang," kata dia.

Dia mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data yang dimiliki pihak Imigrasi dengan data yang ada pada pihak perusahaan. Hasilnya, tidak ada temuan signifikan, sebab seluruh pekerja asing memiliki izin.

Terkait rekaman video yang dimiliki warga tersebut, Samsu menyarankan, warga segera melaporkan ke Imigrasi untuk ditindaklanjuti.

Untuk diketahui, proyek PLTU batu bara berkapasitas 2 x 100 Megawatt di Teluk Sepang merupakan proyek energi yang didanai asing. Proyek tersebut konstruksinya mulai pada awal 2017 dan direncanakan tuntas pada akhir tahun ini.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal