Warga di Pesisir Pantai Banten Khawatir Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Iskandar Nasution ยท Selasa, 02 Juli 2019 - 18:29 WIB
Warga di Pesisir Pantai Banten Khawatir Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Seorang warga di pesisir pantai khawatir dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Foto: iNews/Iskandar Nasution).

ANYER, iNews.id - Warga yang bermukim di pesisir Pantai Anyer dan Carita, Banten, mengaku cemas dengan aktifnya Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Pos Pemantauan Gunungapi mencatat adanya aktivitas kegempaan secara terus menerus di sana.

Pantauan iNews, aktivitas gempa tremor terus menerus terjadi dengan amplitudo 1-6 milimeter. Sementra itu, kondisi Gunung Anak Krakatau dari rekaman CCTV tampak tertutup debu vulkanik, sehingga aktivitasnya tidak teramati.

"Meski tidak seperti kemarin-kemarin, kondisi Gunung Anak Krakatau lebih tenang," kata petugas di PGA Gunung Anak Krakatau, di Banten, Selasa (2/7/2019).

Seorang warga yang tinggal di pesisir Pantai Anyer dan Carita, Ebi (43), mengaku masih trauma dengan kejadian letusan gunung yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Insiden pada akhir Desember 2018 lalu menewaskan ratusan orang.

BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi, Warga Pulau Sebesi Dengar Suara Dentuman

Mereka hanya bisa pasrah dan berharap Gunung Anak Krakatau bisa kembali normal dan tidak mengalami erupsi kembali.

"Khawatir sih. Tapi kami harap tidak sampai menimbulkan bencana seperti kemarin," ujar Ebi.

Saat ini gunung anak krakatau masih berstatus level II atau waspada. Para nelayan dan wisatawan dilarang mendekati kawah gunung dengan jarak dua kilometer.

Sebelumnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dan mengalami erupsi Sabtu kemarin (29/6/2019).

Gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung ini, mengeluarkan puluhan kali letusan yang cukup besar. Suara dentumannya terdengar sampai pulau terdekat, yaitu Pulau Sebesi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal