Warga Pemilik 87 Rumah yang Dibakar di Buton Akan Dapat Kompensasi dari Pemprov

Andhy Eba ยท Jumat, 07 Juni 2019 - 05:05 WIB
Warga Pemilik 87 Rumah yang Dibakar di Buton Akan Dapat Kompensasi dari Pemprov

Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai mengunjungi Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, pascabentrokan, Kamis (6/6/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)

KENDARI, iNews.id – Bentrokan antarwarga Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengakibatkan 87 rumah warga hangus terbakar. Untuk membantu para korban, Pemprov Sultra akan memberikan kompensasi.

Hal ini diungkapkan Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto saat meninjau lokasi bentrokan dan 87 rumah yang terbakar di Desa Gunung Jaya, Kamis (6/6/2019). Bupati Buton La Bakri turut mendampinginya bertemu warga setempat.

“Korban pembakaran itu ada 87 rumah. Saya sudah koordinasi dengan Bapak Gubernur, akan memberikan kompensasi dan penggantian,” kata Kapolda Sultra.

BACA JUGA:

Bentrok Warga 2 Desa di Buton Makan Korban, Dinkes: 2 Orang Tewas dan 8 Luka

Update Bentrok 2 Desa di Buton Sultra, 87 Rumah Terbakar dan 600 Warga Mengungsi

Selain itu, TNI dan Polri juga siap membangun kembali rumah warga yang sudah rata dengan tanah karena dibakar. “Kami akan bangun rumah-rumah yang terbakar bersama-sama dengan TNI nanti,” ujarnya.

Kapolda juga menyayangkan bentrokan antara warga dua desa itu. Apalagi, kejadian pada Rabu sore kemarin bukan yang pertama kali. Selama ini, warga dua desa itu terkesan tidak akur. Karena itu, dia berharap harus ada solusi yang dilakukan agar bentrokan tidak berulang lagi.

“Sebetulnya itu kan harus dilakukan mediasi, hubungan timbal balik, silaturahmi yang terus-menerus, namun itu kedua belah pihak tidak demikian, tidak berjalan,” katanya.

BACA JUGA:

Kunjungi 2 Desa yang Bentrok di Buton, Kapolda Sultra Minta Warga Menahan Diri

Kapolda Sultra: Pelaku Pembakaran 87 Rumah di Gunung Jaya Akan Diproses Hukum

Menurut Kapolda, bentrokan antarwarga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo diduga karena kesalahpahaman. Pemicunya karena sekelompok pemuda Desa Sampuabalo melintas di Desa Gunung Jaya beriring-iringan naik sepeda motor dengan knalpot racing di malam Lebaran.

Aktivitas sekelompok pemuda tersebut tidak diterima warga Desa Gunung Jaya yang merasa terganggu. Mereka pun mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak mengenakkan bagi warga Desa Sampoabalo. Hal itu memicu pemuda Desa Sampuabalo datang ke Gunung Jaya hingga terjadi pembakaran rumah warga.

Namun, kata Kapolda, selain itu pemicu bentrokan juga karena konsumsi minuman keras. “Kira-kira empat bulan yang lalu kan saya ke sini, dan pemicunya salah satunya adalah konsumsi miras, kamiko kalau di Buton ini,” katanya.

Kapolda berharap kepada masyarakat Buton agar saling menahan diri agar tidak terjadi lagi bentrokan. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang memicu bentrokan harus dihentikan.

“Kita harapkan masyarakat Buton itu masyarakat yang sangat religus, sangat Islami, Alquran melarang itu, tuntunan hadis juga melarang itu, mari kita bersama-sama menghilangkan kebiasaan-kebiasaan jelek itu,” kata Kapolda Sultra.


Editor : Maria Christina