Warga Sitaro Diminta Waspadai Luncuran Awan Panas Gunung Karangetang

Subhan Sabu ยท Minggu, 03 Februari 2019 - 07:36 WIB
Warga Sitaro Diminta Waspadai Luncuran Awan Panas Gunung Karangetang

Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, berpotensi luncurkan awan panas. (Foto: dok iNews)

SITARO, iNews.id Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), mengeluarkan asap kawah bertekanan sedang hingga kuat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah, Sabtu (2/2/2019). Warga yang bermukim di sekitar gunung api diminta mewaspadai awan panas guguran.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Karangetang Yudia Prama Tatipang mengatakan, pengamatan visual dari kampung Batubulan teramati guguran lava ke Kali Batuare sejauh lebih kurang 2.000 meter dari kawah dua (bagian utara). Selain itu terdapat penyimpangan kejadian guguran atau leleran ke Kali Melebuhe (timur laut dari kawah dua dan sebelah timur Kali Batuare).

Teramati ujung guguran atau leleran ke Kali Melebuhe sudah sejauh 2.500 meter dari kawah dua. Asap Kawah 2 putih tipis - sedang dengan tekanan gas agak kuat tinggi sekira 50 hingga 150 meter teramati dari Pos Pemantau Gunung Api Karangetang. Suara gemuruh lemah-agak kuat juga sering terdengar disertai embusan asap putih kelabu sedang sampai tebal.

“Dari ujung lava ini sering terjadi kepulan asap kelabu kehitaman dan kemungkinan akan berpotensi awan panas guguran," ujar Yudia Prama Tatipang, Minggu (3/2/2019).

BACA JUGA: Siaga Erupsi Karangetang, BPBD Sitaro Gencarkan Mitigasi Bencana

Kegempaan guguran terjadi 15 kali dengan amplitudo 3-10 mm dengan durasi 40-65 detik. Embusan berjumlah 12, Amplitudo 8-52 mm, durasi 30-80 detik. Tektonik Jauh berjumlah 1, amplitudo 6 mm, S-P tidak terbaca, durasi 235 detik.

Yudia menambahkan, jarak antara ujung guguran/leleran lava dari Kali Melebuhe ke pantai sekitar 1.000 meter. Di antara Kali Batuare dan Kali Melebuhe terdapat pemukiman bernama Niambangeng, Kampung Batubulan, di mana terdapat sekitar delapan kepala keluarga (9 laki-laki, 9 perempuan dan 3 anak-anak).

Untuk sementara masyarakat sudah dievakuasi ke Kampung Kawahang. PVMBG telah berkoordinasi dengan BPBD, Polri dan TNI dan telah menutup jalan dari sebelah barat Kali Batuare hingga Kali Melebuhe. Saat ini, jalan alternatif yang digunakan yakni jalur laut.

Status Gunung Karangetang level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar gunung api dan pengunjung agar tidak melakukan pendakian dan beraktivitas dalam radius 2,5 Km dari kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (kawah Selatan) ke arah utara-timur-Selatan-Barat dalam radius 3 Km.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Diharapkan juga warga di sekitar Gunung Karangetang menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

"Kami masih meng-update informasi terbaru aktivitas vulkanik Gunung Karangetang," ujarnya.


Editor : Donald Karouw