Warga Tanjung Lesung Bergiliran Pantau Letusan Gunung Anak Krakatau

Iskandar Nasution ยท Sabtu, 05 Januari 2019 - 02:01 WIB
Warga Tanjung Lesung Bergiliran Pantau Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meletus pada Jumat (4/1/2019) siang. (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id - Warga Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten bergiliran memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Mereka menyaksikan aktivitas vulkanik gunung tersebut dari pinggir pantai. Kondisi cuaca cerah membuat letusan gunung aktif tersebut terlihat jelas, Jumat (4/1/2019).

Dari data Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, pada pukul 14.21 WIB, telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau setinggi 2.000 meter berwarna putih kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

Warga Tanjung Lesung, Herman mengaku tidak khawatir dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. “Ini saya lagi lihat Anak Krakatu meletus. Kebetulan cuaca cerah jadi jelas sekali letusannya,” katanya, Jumat (4/1/2019).

BACA JUGA:

Begini Detik-Detik Erupsi 2.000 Meter Gunung Anak Krakatau Siang Tadi

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Terdengar Dentuman di Pos Pengamatan

Herman mengakui banyak warga di desanya yang panik akibat letusan dan suara dentuman Gunung Anak Krakatu sepanjang Kamis (3/1/2019) malam. “Apalagi suara gemuruh dan dentuman tersebut disertai isu yang mengatakan adanya tsunami susulan. Warga pada mengungsi ke tempat yang lebih aman dan lebih tinggi dari permukaan laut,” katanya.

Menurut Herman, aktivitas Gunung Anak Kratau sejak sepekan terakhir terus meningkat dengan mengeluarkan suara dentuman dan beberapa kali meletus. "Ya, sudah seminggu ini meletus terus. Kalau malam juga sering ada suara dentuman keras. Warga di sini, kalau malam pada ngungsi. Siang baru beraktivitas ke pantai," ucapnya.

Hingga saat ini, letusan gunung masih terjadi dan disertai suara dentuman. Warga terus memantau perkembangan gunung aktif tersebut. Mereka akan kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman pada malam hari.


Editor : Kastolani Marzuki