10 Orang Tertimbun Longsor di Gowa, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Sindonews ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 17:55 WIB
10 Orang Tertimbun Longsor di Gowa, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Banjir melanda hampir seluruh wilayah di Kota Makassar dan Gowa, Sulsel. (Foto: istimewa)

GOWA, iNews.id – Longsor yang melanda Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) akibat hujan deras Selasa (22/1/2019) malam, menimbun 10 orang. Hingga Rabu (23/1/2019) sore ini, 10 korban tersebut belum ditemukan.

Mereka diduga masih tertimbun tanah. Proses evakuasi belum bisa dilakukan lantaran terkendala alat berat dan akses jalan yang terputus.

Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, 10 warga yang tertimpa longsor di Kecamatan Manuju sejak Selasa (22/1/2019) hingga Rabu (23/1/2019) belum ditemukan. "Berdasarkan informasi yang personel kami kumpulkan, 10 orang tertimbun longsor di Manuju," ungkap Shinto dalam rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Kantor Bupati Gowa, Rabu (23/1/2019).

BACA JUGA: 6 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Gowa, Ini Identitasnya

Kapolres menuturkan, proses evakuasi belum bisa dilakukan secara maksimal lantaran keterbatasan alat berat. Belum lagi, akses jalan terputus akibat jembatan penghubung antara Desa Tanakaraeng dengan Desa Moncongloe terputus.

"Beberapa akses jalan terputus, padahal jalan sangat vital bagi masyarakat. Terkhusus di Manuju masih terputus, harus memutar ke hutan. Kita butuh alat berat, agar tidak menghambat kegiatan evakuasi kita," paparnya.

BACA JUGA: 

Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Gowa, 2.129 Warga Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 500 Lebih Warga Gowa Mengungsi di Masjid

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, tim gabungan sudah diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban longsor. Tim tersebut terdiri atas BPBD, Polres, Kodim, Basarnas serta tim relawan. 

"Kami membentuk tim yang terdiri atas tiga, hari ini kita akan turun melakukan evaluasi ke lokasi-lokasi bencana untuk memberikan bantuan," kata Adnan.

Menurut Adnan, derasnya curah hujan di Kabupaten Gowa sudah diprediksi sebelumnya. Bahkan BMKG merilis hingga selasa pukul 03.00 WITA dini hari. Hal inilah yang memicu tinggi permukaan air di Bendungan Bili-bili meninggi.

Akibatnya pintu air harus dibuka sehingga berdampak tidak hanya di Kabupatem Gowa tapi kabupaten Kota lainnya. Akan tetapi jika pintu tidak dibuka, maka Bili-bili bisa jebol dan berakibat lebih parah.

 


Editor : Kastolani Marzuki