Pilwalkot Makassar

KPU Makassar Tak Patuhi Panwaslu, Danny Pomanto Tempuh Jalur Hukum

Antara, Yoel Yusvin ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 15:36 WIB
KPU Makassar Tak Patuhi Panwaslu, Danny Pomanto Tempuh Jalur Hukum

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi). (Foto: Sindonews)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MAKASSAR, iNews.id – Putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar yang menolak untuk mematuhi perintah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar disesalkan oleh Mohammad Ramdhan Pomanto. Calon Wali Kota Makassar tersebut pun siap menempuh jalur hukum tertinggi termasuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

Danny mengatakan, pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi berkenaan dengan keputusan KPU yang tetap mendiskualifikasi pasangan petahana Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) pada Pilwalkot Makassar. “Surat pemberitahuan pun justru kami mengetahuinya dari media online,” ucapnya dalam konferensi pers di Makassar, Kamis (17/5/2018).

Menurut Danny, tindakan KPU Makassar yang menolak membuat surat keputusan baru sesuai perintah Panwaslu, melanggar undang-undang. Jika KPU Makassar tidak mau menjalankan putusan hasil sidang sengketa pilkada dari Panwaslu, pihaknya akan menempuh jalur hukum ke tingkat yang lebih tinggi.

Bahkan, Danny tak akan segan-segan melaporkan seluruh komisioner KPU Kota Makassar ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP). “Dari KPU RI sudah jelas, yang namanya keputusan itu harus segera dilaksanakan dan tidak perlu ada pertimbangan dari lembaga lain. Jika KPU Makassar tidak mau mengeksekusi, kami akan bawa ke KPU Provinsi, lalu ke KPU RI, urutannya seperti itu. Termasuk men-DKPP-kan seluruh anggota KPU Makassar,” katanya.

Untuk diketahui, KPU Makassar memutuskan tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung (MA) dan menetapkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2018-2023 tetap satu pasangan.

"KPU Kota Makassar akhirnya memutuskan untuk tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung dalam menyikapi putusan Panwas Kota Makassar Nomor: 002/PS/PWSL.MKS/27.01/V/2018 tertanggal 13 Mei 2018," ujar Komisioner KPU Makassar, Abdullah Manshur, di Makassar, Kamis (17/5/2018).

Adapun pasangan calon yang tetap mengikuti semua tahapan, yakni paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Sedangkan petahana DIAmi gagal kembali menjadi paslon, setelah didiskualifikasi melalui perintah Mahkamah Agung.

Abdullah Manshur mengakui bahwa sikap KPU Makassar dalam menindaklanjuti putusan Panwaslu Makassar tersebut, merupakan hasil konsultasi secara berjenjang. "Ini adalah hasil konsultasi kami di KPU Provinsi Sulsel dan KPU RI dan keputusan ini dituangkan dalam berita acara rapat pleno tertanggal 16 Mei 2018 yang dihadiri empat komisioner," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra