Cuaca Buruk, Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Makassar Dihentikan

Andi Deri Sunggu, Azis Nizar, Okezone · Rabu, 13 Juni 2018 - 20:22 WIB

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Zondani saat memberikan keterangan pers mengenai peristiwa kapal tenggelam di Selat Makassar, Rabu (13/6/2018). (Foto: Okezone/Prayudha)

MAKASSAR, iNews.id – Proses pencarian delapan korban kapal tenggelam di Selat Makassar dihentikan sementara lantaran cuaca buruk, Rabu (13/6/2018). Pencarian korban akan dilanjutkan setelah kondisi dirasa memungkinkan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, mengatakan, korban selamat dalam peristiwa ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut Makassar. Lima korban lainnya dievakuasi dan dirawat di Pulau Barrang Lompo.

"Untuk sementara waktu pencariannya ditunda. Kami akan mendata kembali keluarga yang hilang dengan membuka posko pendataan penumpang yang masih hilang," kata Dicky saat ditemui di Rumah Sakit Angkatan Laut Makassar, Rabu (13/6/2018).

Dicky menyebut, pihaknya bersama tim SAR gabungan telah berupaya penuh mencari korban. Akan tetapi, karena kondisi cuaca yang tidak mendukung pencarian terpaksa dihentikan sementara. "Prosesnya dilanjutkan besok," katanya.

Kapal Motor (KM) Arista tenggelam di perairan Selat Makassar setelah dihantam ombak, Rabu (13/6/2018) siang tadi. Diduga, kelebihan muatan menjadi penyebab utama hingga kapal tersebut karam di tengah laut. Jumlah penumpang kapal hingga saat ini belum dapat dipastikan.

Informasi sementara menyebut sedikitnya ada 43 penumpang dan awak kapal saat kapal nahas tersebut tenggelam di tengah laut. 35 korban berhasil dievakuasi. 13 di antaranya ditemukan dalam kondisi tewas sementara sisanya luka-luka. 

Petugas lantas melanjutkan pencarian delapan korban lainnya yang masih belum ditemukan hingga malam hari. Rabu malam, pencarian dihentikan lantaran cuaca tidak memungkinkan. 

Berikut identitas 8 korban yang masih hilang dan dalam proses pencarian:

1. Risal (12),

2. Ramlah Tahir (4),

3. Khaeriah (50),

4. Daeng Ati (50),

5. Daeng Ngasseng (50),

6. Rusdah (26),

7. Soraya (7),

8. Andriani (6). 


Editor : Himas Puspito Putra

KOMENTAR