17 Bangunan di Tana Toraja Rusak Parah Diterjang Puting Beliung

Jufri Tonapa ยท Minggu, 14 Oktober 2018 - 04:30 WIB
17 Bangunan di Tana Toraja Rusak Parah Diterjang Puting Beliung

Ilustrasi rumah rusak akibat puting beliung. (Foto: iNews/Jufri Tonapa)

TANA TORAJA, iNews.id – Sedikitnya 17 bangunan rumah warga, kantor kecamatan hingga rumah ibadah, rusak parah akibat diterjang angin puting beliung disertai hujan deras di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (14/10/2018). Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Detik-detik saat angin puting beliung menerjang Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, terekam dalam video amatir. Sebuah mobil yang dikendarai warga terlihat berbalik arah setelah pengemudinya melihat angin kencang telah merusak bangunan warga. Bahkan, warga yang ketakutan keluar rumah hingga memeluk tiang bangunan akibat kencangnya angin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja Alfian Andi Lolo mengatakan, dari pendataan sementara, puting beliung merusak sebanyak 17 bangunan di Tana Toraja, terutama rumah milik warga. Kondisi seluruh bangunan rusak parah akibat diterjang dan diamuk angin kencang tersebut. "Atap hingga bagian dinding rumah pun rusak dan rubuh," kata Alfian

BACA JUGA: 

Angin Puting Beliung Rusak Rumah dan Kios Warga di Garut

Puting Beliung Robohkan 3 Rumah di Banyumas, Puluhan Lainnya Rusak

Puting beliung juga turut merusak Kantor Kecamatan Mengkendek. Atap dan seluruh isi perabot di kantor camat porak poranda. Selain itu, sebuah rumah ibadah juga ikut rusak parah.

Peristiwa tersebut membuat warga trauma. Tidak sedikit warga yang mengungsi menjaga angin puting beliung susulan yang dapat mengancam mereka sewaktu-waktu. “Kejadiannya begitu cepat. Angin bertiup sangat kencang membuat kami ketakutan,” kata warga Tana Toraja, Ganing Papa Putri.

Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian material akibat sejumlah bangunan yang rusak diterjang angin puting beliung ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.


Editor : Maria Christina