2 Siswa SD di Makassar Diculik dan Dijadikan Jaminan untuk 2 Karung Beras di Toko Sembako

Yoel Yusvin ยท Kamis, 21 November 2019 - 22:07 WIB
2 Siswa SD di Makassar Diculik dan Dijadikan Jaminan untuk 2 Karung Beras di Toko Sembako

Kedua siswa SD yang diculik diberi makan oleh pemilik toko di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, Kamis (21/11/2019). (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Dua siswa SD di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban penculikan seorang pemuda yang tak dikenal, Kamis (21/11/2019). Pelaku menjadikan kedua korban sebagai jaminan untuk dua karung beras di sebuah toko sembako di Jalan Buakana Kecamatan Rappocini.

Kedua korban yang berusia sembilan tahun itu berinisial RD dan AP. Penculikan ini terungkap setelah keduanya ditinggalkan pelaku di toko sembako. Kecemasan dan ketakutan masih terpancar di wajah RD dan AP saat pemilik toko sembako memberikan makanan kepada mereka.

RD dan AP menceritakan, mereka diculik seorang pemuda sepulang les dari sekolahnya di SD 1 Cenderawasih yang terletak di Jalan Belibis, Kecamatan Mariso, Makassar, Kamis siang tadi. Mereka tiba-tiba didatangi seorang pemuda bersepeda motor yang tidak mereka kenal.

 

BACA JUGA:

4 Polisi Ditangkap karena Diduga Terlibat Penculikan dan Pemerasan WN Inggris

Sebelum Ditemukan Jadi Kerangka, Remaja Putri di Kepri Dilaporkan Diculik 5 Bulan Lalu

 

Pelaku lalu memaksa keduanya naik ke sepeda motor. Karena ketakutan dan tidak mengenal pria itu, kedua siswa itu mencoba melarikan diri. Namun, pelaku mengejar mereka. Setelah berhasil menemui keduanya, pelaku mengeluarkan senjata tajam berupa badik, lalu mengancam keduanya untuk naik ke motor.

Lantaran ketakutan, keduanya menuruti kemauan pelaku. Pelaku lalu membawa keduanya ke beberapa toko sembako. Pelaku bermaksud memanfaatkan dua anak itu untuk melakukan tindak kejahatan.

Dari banyak toko sembako yang didatangi, pelaku berhasil mengelabui pemilik toko di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis petang tadi. Adapun modus pelaku, berpura-pura hendak membeli beras. Pelaku lalu menjaminkan kedua korban kepada pedagang dengan alasan akan kembali untuk mengambil uang.

“Dia datang sama dua anak ini. Dia tanya, berapa beras satu karung, saya bilang 260. Dia tawari, tetapi saya bilang ndak bisa. Dia bilang, dia mau ambil dua karung. Dia angkat karungnya ke motor. Saya bilang, mana uangnya, belum kau bayar. Dia bilang, dekat ini rumahku, sebentar saya kembali, ini adekku, saya titip, jadi saya biarkan dia pergi,” kata pemilik toko, Ani.

Nenek korban, Diana, memeluk kedua korban yang tak henting-hentinya menangis setelah sempat diculik dan ditinggalkan di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, Kamis (21/11/2019). (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

 

Setelah menunggu tiga jam, pelaku tidak juga datang dengan uang yang dijanjikan. Kedua anak yang ditinggalkan akhirnya bercerita bahwa mereka bukan adik pelaku, tetapi korban penculikan.

“Ada tiga jam kemudian, baru dua anak ini mengaku laki-laki itu bukan kakaknya. Saya bilang kenapa baru sekarang kau mengaku, kenapa dari tadi kau ndak bilang? Jadi mereka ini dijadikan jaminan,” kata Ani.

Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Babinsa dan ke Polsek Rappocini. Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengalami kerugian ratusan ribu rupiah. Sebab, pelaku berhasil membawa kabur dua karung beras bersih masing-masing kemasan seberat 25 kg dengan harga Rp260.000 per karung.

Sementara itu, sang nenek yang mengetahui kejadian itu segera mendatangi Polsek Rappocini. Dia langsung memeluk kedua korban yang tak henti-hentinya menangis. “Ini cucu saya dan teman cucu saya. Dia nangis karena sedih tadi diculik, jam 2, waktu pulang les dari sekolah,” kata nenek korban, Diana.

Kapolsek Rappocini Kompol Edhy Supriadi mengatakan, petugas telah meminta keterangan kedua korban penculikan. Polisi langsung melakukan pencarian dengan mencari bukti rekaman CCTV dari setiap toko yang telah didatangi pelaku.

“Keluarga korban menghubungi Banbinmas sehingga kasus ini kami tangani. Kedua korban ini memang diculik pulang dari sekolah. Kami masih mengejar pelaku,” ujar Edhy Supriadi.


Editor : Maria Christina